Site icon Kata Sumbar

Selain Banto Royo Agam, Green House Lezatta Juga Akui Sepi Pengunjung Pasca Covid

KATASUMBAR– Selain Banto Royo Agam, penurunan pengunjung pasca pandemi covid juga dialami pemilik objek wisata Green House Lezatta di Jalan Bukittinggi-Payakumbuh.

Owner Green House Lezatta, Eliana
mengakui, penurunan pengunjung sejak pasca pandemi juga berdampak terhadap pemasukannya.

“Biasanya kita lebaran bisa dapat 100 atau 200 juta. Sekarang mencari 5 juta saja nggak bisa saat lebaran,” ungkap Eliana pada Katasumbar.

Ia menjelaskan, dampak penurunan pengunjung ini tidak lepas dari kondisi ekonomi masyarakat pasca pandemi lalu.

Akibat belum pulihnya ekonomi, membuat masyarakat harus memilih objek wisata yang lebih murah untuk dikunjungi.

“Jadi orang datang ke pariwisata tetapi tempat-tempat gratis. Nah, dampak ini betul-betul menghancurkan semuanya,” terang Eliana.

Meski kondisi saat ini begitu sulit, namun Eliana tetap terus mencoba bisa bangkit dan bisa melalui hal tersebut.

Karena menurutnya, berbicara wisata pasca pandemi menurutnya merupakan hal yang krusial.

Sebagai pengelola objek wisata pihaknya harus melalui hal itu dan berpikir untuk bisa terus bertahan.

Sebelumnya, semenjak penurunan pengunjung sejak pasca covid, Manajer Taman Wisata Banto Royo Agam, Zul Adri Aranta juga mengaku, saat ini pihaknya harus putar otak untuk tetap bisa bertahan.

“Ya, yang biasanya kita dalam satu hari bisa dapat berjuta, sekarang terkadang nggak ada pecah telur sama sekali. Apalagi semenjak 2023 ini, itu sangat-sangat sepi,” ujarnya pada Katasumbar.

Ia mengatakan, sebelum pandemi untuk mengelola objek taman wisata ini pihaknya melibatkan 96 tenaga karyawan.

Namun, pasca pandemi dan mulai hilangnya jumlah tamu yang datang, tersisa 13 karyawan saja.

13 orang itupun, menurut dia sulit untuk menggajinya secara layak, karena memang omset yang didapat dari kunjungan itu jauh berkurang.

“Kalau dulu dalam satu hari, kita bisa kedatangan 10 ribu perhari. Kalau harian itu bisa kita dapat 10 juta satu hari. Tapi, sekarang nggak ada, kadang nggak ada pecah telur dan karyawan kita sekarang tinggal 13 orang. Itu pun kami nggak mampu menggaji yang pantas,”ujarnya.

Terpisah, Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Sumbar Doni Hendra mengungkapkan, melihat kondisi beberapa objek wisata yang sulit bangkit pasca pandemi butuh dukungan dan kerjasama seluruh pihak.

“Pengelola objek wisata yang ada di kabupaten/kota untuk pengelola objek wisata yang ada di nagari itu bagaimana melakukan kerjasama dengan pihak nagari dalam hal ini BumNag. Kemudian yang kedua, kita melihat bahwasanya di perbankan, bank- bank. Itu kalau tidak salah punya kredit KUR yang bisa dikerjasamakan,” terangnya.

Selain dukungan dan permodalan, pengelola objek wisata, kata dia, juga butuh inovasi dan bisa membaca peluang-peluang dalam menggaet tamu atau pengunjung.

“Ya, intinya hari ini adalah bagaimana pengelola objek wisata yang dikelola oleh masyarakat, mereka harus punya inovasi untuk hal-hal tersebut, bagaimana melakukan kerjasama,” ujarnya.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

Exit mobile version