KATASUMBAR – Raja Sulaeman salah satu raja muslim asal Tanah Minang yang mendirikan Kota Filipina. Kota Filipina itu saat ini dikenal dengan negara Filipina dengan ibukota Manila. Mochtar Naim dalam disertasinya yang berjudul “Merantau: Pola Migrasi Suku Minangkabau” tahun 1974 menemukan jejak rantau orang Minangkabau di Filipina.
Sejarawan Universitas Andalas, Prof. Gusti Asnan membenarkan hasil penelitian Mochtar Naim itu. “Apa yang dikatakan Mochtar Naim adalah hal yang masuk akal dan itu didukung dengan fakta-fakta sejarah yang ada,” katanya seperti dilansir dari laman Indonesia.go.id, Minggu, 6 Juni 2021.
Prof. Gusti Asnan menuturkan, sangat masuk diakal jika dilihat dari pola migrasi orang Minang yang luas. “Jejak Minangkabau bisa ditemukan di Sabah, Serawak, Sulu (Filipina Selatan), Kalimantan dan Brunei. Bisa dibilang kalau orang Sulu berasal dari Minang, tapi tidak semua orang Sulu orang Minang,” tuturnya.
Pada pertengahan abad ke-16, wilayah Manila diperintah oleh tiga pemimpin besar, yakni Raja Sulaeman, Raja Matanda dan Raja Lakandula, Ketiganya diketahui memerintah di wilayah yang berbeda, naun berada di dalam satu kawasan. “Raja Sulaeman dan Raja Matanda menguasai area selatan Sungai Pasig yang saat ini bernama Manila. Sedangkan Raja Lakandula menguasai di bagian utara. Penamaan nama Kota Manila berasal dari kata fi’amanillah, yang berarti di bawah lindungan Allah SWT,” terangnya.
Gusti Asnan menuturkan kekuatan Raja Sulaeman dan Islam di Filipina mulai sirna sejak datangnya tentara Spanyol ke wilayah itu yang dipimpin oleh Ferdinand Magellan. Saat itu, Raja Sulaeman menguasai Pulau Seludung (kini bernama Pulau Luzon). Disana terjadi perlawanan antara pasukan Raja Sulaeman dan Ferdinand Magellan. Dalam perang itu, Ferdinand Magellan berhasil dibunuh oleh seorang pemuka Islam bernama Lupu-lupu pada 27 April 1521.
Walau berhasil membunuh pemimpin Spanyol itu, namun kekuatan pasukan Spanyol yang besar mengubah wajah Filipina dari yang mayoritas muslim menjadi negara yang minoritas muslim. “Namun kebesaran Islam di Tanah Manila bisa dilihat dari bangunan Intramorus Walle City yang dibangun oleh Raja Sulaeman sendiri,” jelasnya.
Intramorus dalam bahasa latin berarti dinding. Dinding itu di bangun pada abad ke 16 dengan luas 64 hektar, yang akhirnya menjadi cikal-bakal pembangunan Kota Manila. Dinding itu semual berada di sebelah Timur Manila yang digunakan Spanyol sebagai benteng pertahanan. Selain itu, bangunan Intramorus juga bisa ditemui di Masjid Syekh Karim al-Makdum, yang merupakan masjid tertua di Filipina. Sementara itu, sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Sulaeman, dibangunlah sebuah patung yang terletak di Rizal Parl, Manila.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


