Site icon Kata Sumbar

Peneliti Polstra Insitute: Dalam Konteks Presiden Sinyal Dukungan Jokowi ke Prabowo Kurang Pas

KATASUMBAR – Pengamat Politik Hardi Putra Wirman mengatakan, angkat bicara terkait pernyataan Presiden Joko Widodo di acara HUT Perindo Senin (5/11/2022).

Pertanyaan Jokowi tersebut dinilai sinyal dukungan Jokowi ke Prabowo bermula dari pernyataan dirinya yang telah menang 2 kali pilpres.

“Dua kali di pilpres juga menang, mohon maaf pak Prabowo. Kelihatannya setelah ini jatahnya pak Prabowo,” kata Jokowi.

Menurutnya Hardi, harus dibedakan, Jokowi sebagai presiden dan Jokowi sebagai politisi.

“Dalam konteks sebagai presiden, tentu kurang pas ketika Jokowi memberikan dukungan kepada salah satu calon presiden,” kata Hardi saat dihubungi katasumbar.com, Rabu (9/11/2022).

Menurut peneliti Polstra Insitute tersebut, Jokowi harus memposisikan diri sebagai Negarawan yaitu pemimpin politik yang bijaksana dalam setiap ucapan dan tindakan.

“Tetapi kalau Jokowi sebagai politisi, tentu tidak ada persolan memberikan dukungan,” ujarnya.

Sementara, lanjutnya, dalam konteks etika politik sangat rasional ketika politisi mengambil langkah dan tindakan politik dengan mendukung salah satu calon yang akan maju di Piplres.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pengamat Politik Universitas Andalas (Unand) Najmuddin M Rasul menilai Presiden Joko Widodo kurang elok memberikan dukungan ke menterinya, Prabowo Subianto.

Sinyal dukungan ke Ketua Umum Partai Gerindra tersebut disampaikan Jokowi saat HUT Partai Perindo, Senin (7/11/202).

“Menurut saya, Jokowi kurang elok memberikan dukungan seperti itu,” katanya saat dihubungi katasumbar.com, Rabu (9/11/2022).

Ia menambahkan, hal itu menunjukkan Jokowi kurang paham komunikasi politik.

Kendati demikian, Najmuddin menilai pernyataan itu merupakan angin surga buat Prabowo.

“Karena Jokowi adalah presiden yang sekaligus kepala negara dan pemerintahan, semua orang butuh dukungannya terutama menteri yang ingin Capres,” kata dia.

Diketahui, sinyal dukungan Jokowi ke Prabowo bermula dari pernyataan dirinya yang telah menang 2 kali pilpres.

“Dua kali di pilpres juga menang, mohon maaf pak Prabowo. Kelihatannya setelah ini jatahnya pak Prabowo,” kata Jokowi.

Menurut Analis Politik dan Pendiri Indonesia Political Power Ikhwan Arif. “Pak Prabowo jangan geer dulu, soal endorse politik untuk maju di Pilpres 2024, juga pernah dilayangkan kepada sejumlah menteri seperti Airlangga Hartarto sebagai capres Golkar, jadi keduanya berpotensi untuk melanjutkan legacy Jokowi di 2024 ”

“Menurut saya ada beberapa makna yang bisa dijelaskan dari pernyataan Pak Jokowi terhadap Pak Prabowo, yang pertama, Prabowo layak untuk melanjutkan legacy pemerintahan Jokowi. Kemudian yang kedua, dukungan ini memperjelas pengaruh Jokowi effect dalam rebutan restu Jokowi untuk memperoleh tiket capres. Ketiga, dukungan yang diberikan Jokowi sangat wajar ketika partai PDIP belum final mendeklarasikan nama Puan atau Ganjar,” katanya berdasarkan keterangan tertulis, Selasa (8/11/2022).

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

Exit mobile version