KATASUMBAR – Penduduk Miskin di Agam pada 2020 lalu berjumlah lebih dari 33 ribu jiwa.
Data dari BPS Sumbar menyebut, persisnya sebesar 33, 31 ribu jiwa pada 2020. Persentasenya 6,75.
Jumlahnya ini sedikit mengalami kenaikan ketimbang 2019 yang sebesar. 33,10 ribu jiwa namun persentasenya tetap 6,75.
Pada 2018, jumlah penduduk miskin di Agam sebanyak 32,92 ribu jiwa, persentasenya 6,76. Terjadi sedikit kenaikan dalam 3 tahun terakhir.
BPS menetapkan garis kemiskinan 2020 sebesar 424,728 ribu rupiah perbulan, 2019 sebesar 379.304 ribu rupiah perbulan.
2018, garis kemiskinan di Agam sebesar, 341, 372 ribu rupiah perbulan. Penduduk yang pendapatannya di bawah itu, maka masuk kategori penduduk miskin.
Sementara, jumlah penduduk Agam sendiri pada 2020, tercatat sebanyak 529.138.
Lalu 2019 jumlah penduduk Agam sebanyak 491.282 dan 2018 sebanyak 487.914.
Salah satu warga Agam yang hidup dalam garis kemiskinan pada 2020 lalu adalah Heri Tanjung (42) bersama 3 anaknya.
Keluarga malang ini mesti hidup di gubuk sempit di pinggiran sawah di Surau Langga, Nagari Pasia, Kecamatan Ampek Angkek.
Heri yang seorang duda, hidup sejak 2019 di gubuk itu dengan segala keterbatasan. Untung saja, kehidupannya terpantau Bhabinkamtibmas Pasia Bripka Syaiful Hendra.
Sejak itu, hidupnya perlahan membaik dan ada pula pihak yang tergerak membantu perbaikan rumahnya yang sangat menyedihkan.
Heri Tanjung adalah salah satu potret warga miskin di Agam.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
