Site icon Kata Sumbar

Mengenal Sejarah Lubang Jepang Anak Aia Bukittinggi

KATASUMBAR – Sebuah Lubang Jepang berada dalam kondisi telantar, tepatnya di belakang sebuah Rumah Gadang di Bukit Parik Natuang, Kelurahan Pulai Anak Aia-Bukittinggi.

Lubang ini ternyata menyimpan sejarah yang sangat panjang.

Dalam buku berjudul Pemuda dan Proklamasi karangan Masmimar Makah, dkk, Jepang memang membangun tempat perlindungan besar di kaki Bukit tersebut pada September 1944.

Tujuannya, untuk melindungi pemancar-pemancar radio yang digunakan sebagai media propaganda dan alat-alat penting lainnya dari kemungkinan pemboman. Sebab, di atas Bukit Parit Natuang, berdiri sebuah studio pemancar radio pusat untuk seluruh Sumatera.

Dijelaskan, hubungan antara studio dengan tempat pertahanan dalam tanah, dilakukan dengan telpon.

Lubang ini cukup kuat menahan ledakan bom, dan didepan pintu lobang, dibangun pagar tanah setinggi 2 meter sebagai pertahanan terhadap sabotase.

Informasinya, Lubang Jepang Anak Aia dinamakan dengan Lubang Jepang Kasiak, dan berjumlah sebanyak 4 unit. Masing-masing lubang berukuran panjang 25 meter, lebar 3 meter dan tinggi 3 meter.

Lubang Jepang Kasiak sudah terdaftar di registrasi Nasional cagar budaya. Untuk saat ini, berpotensi menjadi cagar budaya atau benda diduga cagar budaya.

Salah satu keistimewaannya, peninggalan zaman perang ini sudah dibeton sejak awal, berbeda dengan lubang lain bikinan Jepang

(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

Exit mobile version