KATASUMBAR – Gunung Tandikat merupakan gunung api yang berada di Sumatera Barat (Sumbar). Nama lain dari gunung ini adalah Tandikai dan Tandike.
Namun bagi masyarakat setempat, gunung ini lebih populer dengan nama Gunung Tandikek.
Secara administrasi, Gunung Tandikat yang berketinggian 2.438 mdpl ini terletak di dua kabupaten, yakni Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam.
Ada tiga kawah di gunung ini, yang masing-masing kawahnya dinamakan dengan Kawah A, B dan K. Untuk tipe gunung apinya adalah Strato Volcano.
Lokasi gunung ini berada di koordinat 0°25’57” LS, 100°19’01,69″ BT. Sementara Pos Pengamatan gunung ini terletak di Desa Ganting, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, atau berada di koordinat 00° 25′ 10,2″ LS, dan 100° 25′ 9,6″ BT.
Saat ini, Gunung Tandikat merupakan gunung api aktif yang berstatus normal atau berada di Level I.
Ini berarti, hasil pengamatan visual dan instrumental fluktuatif, tetapi tidak memperlihatkan peningkatan aktivitas yang signifikan
Sejarah Letusan
Mengutip dari laman PVMBG Kementerian ESDM, telah terjadi dua kali letusan dalam sejarah yaitu letusan tahun 1889 dan letusan 1914.
Pada letusan tahun 1889, terjadi letusan dari kawah B pada 19 Februari petang hari. Di atas puncaknya tampak tiang asap tinggi dan nyala api.
Kemudian juga terasa getaran gempa bumi dan terdengar suara letusan. Hujan abu jatuh di sekitarnya.
Pada 20 Februari di malam hari memperlihatkan agak kuat, diselingi beberapa istirahat pendek dan panjang.
Sampai 17 April 1889 Gunung Tandikat masih mengeluarkan tiang asap, kadang-kadang dengan hujan abu.
Sementara pada letusan tahun 1914, terjadi pada 31 Mei sekitar pukul 9 malam. Material letusan berjatuhan di sekitar puncak.
Menurut Administratur Veen ( Natuurk. Tijdschr. Nederl. Ind. 1915, p. 188 ) terjadi leleran lava yang mengalir di bagian puncaknya saja.
Namun Kemmmerling ( 1921, p.26 ) memberi penilaian lain, yang menyebut yang terjadi bukan leleran lava tetapi lemparan bom gunung api pijar.
Berdasarkan produk yang dihasilkan Gunung Tandikat dari peta Geologi Gunung api menurut Zainuddin dkk, menunjukan bahwa hasil endapan Gunung Tandikat tidak ada endapan piroklastik jatuhan.
Mereka hanya menemukan aliran piroklastik dan aliran lava. Data letusan yang tercatat hanya abu tipis dan tampak di sekitar kawah.
Karakter letusannya cenderung bertipe strombolian dan aliran lava yang terkadang menghasilkan pula aliran piroklastik.
Kembaran Gunung Singgalang
Masih mengutip dari laman PVMBG kementerian ESDM, Gunung Tandikat adalah gunung api kembar dengan Gunung Singgalang, yang tumbuh di atas granit tua, sekis dan batu gamping dari Bukit Barisan.
Hasil letusan lampau dari gunung Kembar ini menutupi daerah seluas 247 km2, dan 143 km2 adalah bahan letusan Gunung Tandikat (Neuman Van Padang 1951).
Bahan letusan yang dikeluarkan gunung Kembar menempati bidang datar seluas 210 km2, dan 120 km 2 hasil letusan Gunung Tandikat dan 90 km2 dari Gunung Singgalang, (Kemmerling 1921).
Endapan hasil letusan Gunung Tandikat ini tersebar ke arah selatan-barat daya yaitu ke Dataran Pariaman.
Kemudian ke arah timur sampai Batang Air Singgalang Kecil dan Batang Air Anai, ke barat sampai Batang Air Mangui. Sedangkan ke bagian utara terhalang oleh Gunung Singgalang.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


