KATASUMBAR – Komunitas seni tradisional asal Pariaman, Darak Badarak berhasil melaju ke babak Gramd Final Indonesia Got Talent.
Kelompok ini melaju ke babak penentuan bersama 4 kontestan lainnya Femme Fatale, Gita Handayani Aceh, Major 9, dan Toxic Girls.
Darak Badarak berhasil memukau para juri dengan menampilkan kesenian menggunakan alat musik tradisional, yang dikreasikan menggunakan lagu pop lalu ditutup oleh aksi Tari Piring.
Aksi panggung komunitas yang dipimpin oleh Ribut Anton Sujarwo tersebut mendapat standing applause dari juri dan penonton.
Namun ternyata, kemeriahan aksi panggung Darak Badarak menarik perhatian grup musik Weird Genius, grup besutan Reza Arap, Eka Gustiwana dan Gerald Liu.
Ia menyebutkan, usai panggung IGT, Weird Genius tertarik untuk berkolaborasi dengan Darak Badarak.
“Kami ditawarkan berkolaborasi dengan Eka Gustiwana, personel Weird Genius.”
“Tapi itu setelah panggung IGT. Belum sekarang,” ungkapnya.
Tak cuma itu, kelompok seni tradisional ini juga diundang untuk tampil pada HUT RCTI pada 23 Agustus nanti.
“Ya kami diundang untuk tampil di Jakarta dan Labuan Bajo.”
“Ini sunggung membanggakan,” pungkasnya.
Terkait dengan ini, profil Eka Gustiwana menarik untuk diulas. Katasumbar pun sudah menghimpun berbagai informasi dari sosok di balik grup Weird Genius itu.
Tentang Eka Gustiwana
Pria yang bernama lengkap Eka Gustiwana Putra ini merupakan Disjoki, penulis lagu, produser rekaman, produser film dan komposer kelahiran 1 Agustus 1989.
Ia pertama kali dikenal publik dari kanal Youtube, yang sering membuat ulang komposisi lagu.
Namun sejatinya, perjalanan musik pemuda ini bermula dari ayahnya yang memperkenalkan gitar dan digital audio workstation pada usia 11 tahun.
Ayah eka, Pompi Suradi Mansyah merupakan personil dari Batara Group yang melahirkan sosok penyanyi Campursari legendaris yaitu Didi Kempot bersama dengan Mamiek Prakoso.
Kemudian hari, ia lebih memilih kibor dan piano sebagai alat musik utamanya Eka mengawali kariernya di dunia hiburan Indonesia.
Karir tersebut ia geluti dengan menjadi kibordis dan pianis dalam grup musik Warnahati pada tahun 2008 sampai dengan 2010.
Grup musik Warnahati ini kemudian berganti nama menjadi deVan.
Pada tahun 2010, Eka menulis dan mengaransemen lagu Ku Tetap Menanti untuk dinyanyikan oleh Nikita Willy.
Lagu tersebut dijadikan backsound dalam sinetron Putri Yang Ditukar yang dibintangi Nikita sendiri.
Di tahun tersebut, ia juga mengikuti lomba jingle yang diselenggarakan oleh Dunia Fantasi dan meraih juara pertama.
Pada tahun berikutnya, yakni 2011, ia memenangkan hadiah sebesar 100 juta rupiah untuk lomba pembuatan mars dalam rangka perayaan hari ulang tahun ke-66 Kereta Api Indonesia.
Pada tahun 2012, ia menjadi runner-up untuk kompetisi jingle yang diadakan oleh Industrial and Commercial Bank of China.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
