Mengenal Bab Kesucian, Ajaran Menyimpang yang Beredar di Tanah Datar

Keberadaan ajaran ini diketahui dari maklumat MUI Tanah Datar

KATASUMBAR – Tanah Datar dihebohkan dengan munculnya ajaran menyimpang bernama Bab Kesucian.

Keberadaan ajaran ini diketahui dari maklumat yang diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat, Sabtu (1/1) lalu.

Dalam maklumat itu, pengikut ajaran disebutkan harus melakukan pernikahan ulang di depan guru.

Kemudian syarat lainnya adalah setiap pengikut juga wajib mengulangi Syahadat di depan guru demi menghindari azab.

Syarat-syarat lain yang menurut MUI menyimpang adalah seperti pengikut harus membayar zakat diri hingga denda jika jamaah berbuat salah.

Terkait dengan itu, MUI Tanah Datar pun meminta masyarakat waspada. Informasi soal Bab Kesucian ini juga disebar MUI ke masyarakat luas.

Lebih jauh, Katasumbar berhasil mendapatkan hasil penelitian MUI Tanah Datar perihal ajaran Bab Kesucian.

Penelitian yang kemudian melahirkan maklumat yang terbit pada 1 Januari 2022 lalu itu.

Dalam berkas penelitian yang dilakukan oleh 7 orang itu diketahui bahwa kajian yang dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat di Kecamatan X Koto.

Berdasarkan kajian ke lapangan yang dilakukan tim MUI terungkap bahwa ajaran ini disebarkan oleh sosok guru berinisial S yang kini bermukim di Kota Padang.

Adapun sejarahnya, ajaran ini berasal dari Yayasan Nur Mutiara Makrifattullah Ahmad, dan Nur Mutiara Muthmainnah di Malaysia.

Jejak keberadaan ajaran Bab Kesucian ini ditemukan MUI pada kanal Youtube Yayasan Nur Mutiara Makrifattullah Ahmad.

Kanal itu telah ada sejak 10 Maret 2018 dan telah ditonton sebanyak 9,8 juta kali.

Hadi Minallah Aminnullah Ahmad adalah Tokoh dan Guru utama aliran ini.

Tokoh ini juga sering dipanggil dengan panggilan Romo Guru Ahmad Minnallah Muhammad Aamiinullah, dan tuan guru Ahmad Minnallah Muhammad Aminnullah akhirat.

Sedangkan S, sang guru besarnya di Sumbar juga merupakan guru di salah satu pesantren di Tanah Datar. Ia merupakan warga asal Payakumbuh.

Di sisi lain, dari hasil penelitian MUI itu juga diketahui bahwa keberadaan ajaran ini terungkap dari laporan warga pada 17 Mei 2021 silam.

Tertulis dalam laporan, penelitian ini dilakukan MUI demi mengkaji penyimpangan ajaran Bab Kesucian.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

***

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.