KATASUMBAR — Dugaan pengeroyokan dan penganiayaan dialami Nenek Saudah (68), seorang warga Jorong Lubuak Aro, Nagari Padang Matinggi Utara, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, setelah menegur aktivitas tambang emas ilegal yang beroperasi di atas tanah miliknya.
Peristiwa bermula ketika Nenek Saudah mengetahui adanya aktivitas penggalian tambang emas tanpa izin di lahannya. Korban kemudian menegur para pekerja tambang agar menghentikan aktivitas tersebut. Teguran itu sempat membuat para pekerja menghentikan penggalian.
Namun, situasi berubah pada malam hari. Aktivitas tambang emas ilegal tersebut kembali dilanjutkan. Mengetahui hal itu, Nenek Saudah mendatangi kembali lokasi tambang untuk menegur para pekerja.
Saat berada di lokasi, korban diduga mendapatkan perlakuan kekerasan. Nenek Saudah disebut dilempari batu, dikeroyok oleh sekelompok orang, dipukul hingga tidak sadarkan diri, lalu dibuang ke semak-semak di tepi sungai.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius. Nenek Saudah kemudian dilarikan ke RSUD Tuanku Imam Bonjol, Lubuk Sikaping, dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif. Kondisinya dilaporkan mengalami memar di wajah, nyeri di sekujur tubuh, serta pusing berat.
Pasca peristiwa itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang memberikan pendampingan hukum kepada korban. Kepala Divisi Kampanye LBH Padang, Calvin Nanda Permana, menilai kekerasan yang dialami Nenek Saudah tidak bisa dilepaskan dari keberadaan aktivitas tambang emas ilegal yang telah lama berlangsung di wilayah tersebut.
LBH Padang menilai kasus ini sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang serius dan mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan pengeroyokan, menangkap seluruh pelaku termasuk pihak yang diduga menjadi aktor intelektual, serta menerapkan pasal pidana berlapis.
Selain itu, LBH Padang juga meminta Polda Sumatera Barat melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap aktivitas tambang emas ilegal di Kabupaten Pasaman. Pemerintah daerah dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) turut didesak untuk memberikan perlindungan, pemulihan medis, dan pendampingan psikologis bagi Nenek Saudah, sekaligus menjamin keamanan korban ke depan.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
