KATASUMBAR – Pembangunan konstruksi tol Padang-Sicincin saat ini sedang dikebut. Konstruksinya pun dilengkapi dengan proses digitalitasi yang beragam.

Keberagaman itu mulai dari desain yang menggunakan Building Information Modelling (BIM) dan Light Detection and Ranging (LIDAR).

Tak hanya itu, hal demikian juga meliputi pengerjaan tanahnya menggunakan salah satu teknologi yang paling mutakhir yakni Kolom Grout Modular (KGM).

Proses tersebut yakni perbaikan tanah meliputi proses pengeboran lapisan tanah,dan menginjeksi pasta beton sebagai penyalur beban ke lapisan tanah keras di bawahnya.

Pembangunan jalan tol sendiri akan melewati berbagai jenis jalur seperti jalan lintas antar kota, jalan desa, hingga jalur perlintasan kereta api.

Maka bangunan ini ini akan dilengkapi sejumlah fasilitas struktur yang di antaranya jembatan under bridge atau underpass.

Jalan tol ini nantinya akan dilengkapi bangunan persilangan seperti underpass sebanyak 14 buah.

Adapun untuk ruas yang melewati perlintasan kereta api jalur Bandara Internasional Minangkabau – Kayu Tanami ini dibangun 4 (empat) buah underpass.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo mengungkapkan itu dilakukan karena rata – rata kondisi tanah dasar di sekitar perlintasan merupakan tanah lunak.

Sehingga memerlukan konstruksi khusus yaitu metode struktur kaki seribu atau pile slab pada bagian jalan pendekatan jembatan.

“Jalan tol yang beririsan dengan rel kereta api, kita buatkan underpass dengan panjang rata-rata 96,3 m, ketinggian mencapai 6,8 m, serta beban maksimal 1 kendaraan adalah 50 ton,” katanya.

Lebih lanjut, Tjahjo menjelaskan sejumlah metode yang digunakan dalam pembangunan underpass ini di antaranya penggunaan alat HSPD (Hydraulic Static Pile Driver).

Alat itu untuk memancang pondasi tiang pancang agar dampak getaran dari pemancangan.

Serta menggunakan launcher untuk memasang gelagar girder agar minim dampak terhadap penggunaan jalan nasional atau kereta api yang melintas.

“Metode tersebut untuk memaksimalkan aktivitas konstruksi pada saat window time di sekitar area pembangunan.” tutupnya.

Selain untuk memperkuat konektivitas, jalan tol Padang – Sicincin diharapkan menjadi katalisator percepatan ekonomi setempat khususnya bidang pertanian, pariwisata, dan industri.

Tidak hanya jalan tol Padang – Sicincin, Hutama Karya juga akan menyelesaikan pengerjaan Akses Tarok City sepanjang 2,96 km.

Akses ini akan menghubungkan Kawasan Tarok City, Jalan Tol dan Jalan Nasional.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.