KATASUMBAR – Dinas Kesehatan Sumatera Barat mencatat 22 kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak di Sumbar, Kamis (20/10/2022).
Kasus tersebut ditemukan sejak akhir Juli dan puncaknya pada Agustus 2022. Saat ini 12 anak dilaporkan meninggal dunia akibat gangguan ginjal akut misterius tersebut.
Menanggapi kejadian ini, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumbar Finny Fitry Yani menambahkan, saat ini gejala penyakit demam ringan pada anak tidak bisa dianggap enteng, namun orang tua tidak perlu terlalu cemas.
“Tahan dulu untuk membeli obat yang dijual di pasaran, untuk menurunkan demam, cukup mengkonsumsi air minum dan melakukan kompres,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, orang tua segera melakukan pemeriksaan di Puskesmas dan klinik kesehatan.
“Yang jelas, penyakit gangguan ginjal akut ini 1 sampai 2 hari akan memperlihatkan gejala yang memburuk,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Finny Fitry Yani meminta orang tua agar selalu waspada terhadap anaknya.
“Jika selama 6 jam anak tidak buang air kecil, maka cepatlah melakukan pemeriksaan ke Puskesmas dan klinik kesehatan,” tuturnya.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau seluruh apotek untuk menyetop sementara penjualan obat bentuk cair atau sirup. Pelarangan ini dikeluarkan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Seluruh nakes juga diminta Kemenkes RI menghentikan sementara resep obat-obatan dalam bentuk sirup atau cair.
Imbauan tersebut diketahui akibat merebaknya gangguan ginjal akut misterius pada anak akhir-akhir ini.
Terkait, imbauan Kemenkes, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang Abdul Rahim mengatakan, pihaknya belum melakukan inspeksi ke apotek dan toko obat.
Menurutnya, ada tiga rilis yang dikeluarkan BPOM, yang pertama itu intinya, tidak ada obat yang menyebabkan kejadian di Gambia, Afrika itu masuk ke Indonesia.
“Memang penyebabnya sudah banyak kita dengar, namun belum bisa disimpulkan kausalitasnya apakah akibat Covid-19, vaksin, virus lain dan bakteri dan sebagainya belum ada keterangannya,” ujarnya.
“Selain itu, belum ada hasil kajian yang menyatakan obat yang dikonsumsi sebagai penyebabnya. Hasilnya hingga saat ini belum ada, dan kita masih menunggu,” sambungnya.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
