KATASUMBAR- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meminta operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pemasok makanan yang diduga memicu keracunan siswa hingga orang dewasa di Palupuh, Kabupaten Agam, dihentikan sementara.
Mahyeldi mengatakan dapur harus diamankan terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan. Operasional baru dapat dilanjutkan setelah penyebab kejadian diketahui dan dipastikan tidak membahayakan penerima manfaat.
“Dapurnya harus ditutup, diamankan dulu dan kemudian diperiksa, setelah itu baru dilanjutkan. Kemudian dipastikan di mana masalahnya,” kata Mahyeldi.
Menurutnya, kejadian tersebut seharusnya tidak terjadi dalam pelaksanaan program MBG.
Ia meminta pengelola dapur berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan instansi terkait apabila ditemukan persoalan dalam proses penyediaan makanan.
“Seharusnya ini tidak boleh terjadi. Kalau seandainya dari dapur MBG, berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan dan yang lainnya,” ujarnya.
Mahyeldi menegaskan pemerintah daerah berkewajiban meminimalkan dampak dan mencegah bertambahnya korban.
Karena itu, penghentian sementara operasional SPPG dilakukan sembari menunggu pemeriksaan dan hasil investigasi.
“Memang kita di daerah berkewajiban untuk meminimalisir dampak korban. Jadi makanya ditutup sementara dan kita harapkan jadi pembelajaran bagi daerah lain,” katanya.
Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus berkembang.
Hingga Kamis (3/9/2026), sebanyak 334 siswa dan guru dilaporkan mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang berasal dari satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Data tersebut mencakup 273 siswa SD, 19 guru SD, 40 siswa SMPN 1 Palupuh, dua guru SMP, serta sejumlah penerima manfaat lainnya dari jenjang TK dan kelompok masyarakat lainnya. Keluhan yang dialami antara lain demam, pusing, mual, muntah hingga diare. Sebagian korban sempat mendapat penanganan di fasilitas kesehatan dan korban dengan kondisi lebih berat dirujuk ke rumah sakit di Kota Bukittinggi.
Kasus ini pertama kali diketahui pada Selasa (1/9/2026). Saat itu, sebanyak 56 murid SD dilaporkan mengalami keluhan sakit perut secara bersamaan setelah menerima makanan MBG.
Keluhan kemudian bertambah pada Rabu (2/9/2026). Saat itu, ratusan siswa mulai mendatangi Puskesmas Palupuh dan sejumlah puskesmas pembantu untuk mendapatkan pemeriksaan.
Data Dinas Kesehatan Agam pada Rabu siang mencatat 237 siswa mengalami keluhan kesehatan. Dua di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit di Bukittinggi, sementara sebagian lainnya menjalani observasi di Puskesmas Palupuh. Para siswa tersebut berasal dari jenjang TK, SD hingga SMP yang menerima makanan dari dapur SPPG yang sama.
Perkembangan kasus kemudian membuat jumlah korban yang dilaporkan meningkat menjadi 334 orang pada Kamis (3/9/2026).
Saat ini, pemeriksaan terhadap sampel makanan dan dapur SPPG masih dilakukan oleh pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan BPOM.
Penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap operasional SPPG Palupuh.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
