KATASUMBAR – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengusulkan pengembangan kawasan tambak udang vaname terintegrasi atau Integrated Shrimp Farming (ISF) di Kabupaten Kepulauan Mentawai kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Usulan investasi yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp7,2 triliun tersebut mendapat respons positif dari Menteri KKP. Kementerian bahkan menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan survei lapangan guna memastikan kesiapan lokasi dan aspek teknis pengembangan kawasan.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan usulan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah menjemput peluang investasi strategis di sektor perikanan. Pengembangan ISF direncanakan mencakup kawasan seluas lebih dari 2.000 hektare dengan potensi produksi mencapai 52.000-52.800 ton udang per tahun.

“Kita melihat ini sebagai peluang besar yang harus kita jemput bersama. Karena itu, kita langsung menyampaikan usulan pengembangan kawasan tambak udang terintegrasi di Mentawai kepada Menteri KKP dan Alhamdulillah mendapat respons yang sangat baik,” kata Mahyeldi.

Menurutnya, Menteri KKP menilai lokasi yang diusulkan memiliki kesesuaian untuk pengembangan budidaya udang vaname, baik dari sisi topografi maupun karakteristik perairannya.

Sebagai tindak lanjut, Menteri KKP menginstruksikan Direktur Budi Daya Air Payau untuk melakukan survei langsung ke Kabupaten Kepulauan Mentawai. Survei tersebut akan melihat aspek teknis, lingkungan, serta kesiapan infrastruktur pendukung.

Lokasi yang diusulkan berada di Pantai Timur Pulau Pagai Selatan, dengan luas sekitar 2.150-2.470 hektare.

Berdasarkan kajian Pra-Amdal yang dilakukan LPPM Universitas Andalas, kawasan tersebut dinilai layak untuk pengembangan tambak udang vaname. Beberapa pertimbangannya yakni bentang pantai yang luas, topografi relatif landai, serta karakteristik perairan yang dinilai mendukung kegiatan budidaya.

Mahyeldi mengatakan proyek tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat kepulauan.

Dengan kapasitas produksi puluhan ribu ton udang per tahun, kawasan ISF Mentawai diproyeksikan mampu menyerap sekitar 8.820 tenaga kerja lokal.

“Kita ingin investasi ini benar-benar memberikan dampak. Ada lapangan kerja yang terbuka, ekonomi lokal tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat pesisir meningkat. Harapan kita, ekonomi tumbuh, kemiskinan menurun, dan masyarakat Mentawai semakin sejahtera,” ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Syefdinon mengatakan rencana tersebut juga mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dan masyarakat setempat.

Bupati Mentawai bersama jajaran disebut telah turun langsung ke lokasi dan melakukan komunikasi dengan tokoh adat serta masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses persiapan berjalan secara partisipatif.

“Pendekatan sosial menjadi kunci. Kita ingin masyarakat menjadi bagian dari pembangunan, bukan hanya sebagai penonton,” katanya.

Syefdinon menjelaskan, ISF Mentawai akan dikembangkan dengan konsep eco-efficiency dan zero waste. Sistem budidaya dirancang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari pengambilan air (intake), tandon, klaster budidaya hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Pengembangan tersebut juga diarahkan menerapkan prinsip good aquaculture practices dalam pengelolaan tambak udang modern.

Untuk mempercepat realisasi proyek, DKP Sumbar akan membentuk Tim Percepatan ISF Mentawai yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, KKP dan pemangku kepentingan lainnya.

“Target kita dalam 2–3 bulan ke depan seluruh tahapan awal sudah tuntas. Dengan demikian, pembangunan tambak udang modern dan terintegrasi di Mentawai dapat mulai direalisasikan pada 2027,” ujar Syefdinon.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.