Site icon Kata Sumbar

Ini Pandangan Ninik Mamak Terkait Sosialisasi Tol Sicincin-Bukittinggi

Tol Padang-Sicincin

KATASUMBAR – Sosialisasi trase baru pembangunan Jalan Tol Sicincin-Bukittinggi mendapat sejumlah masukan dari ninik mamak dan masyarakat di Kabupaten Agam.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya keterbukaan informasi terkait trase dan dampak pembangunan. Ninik mamak meminta agar masyarakat tidak hanya diperlihatkan gambar trase, tetapi juga mendapatkan penjelasan secara rinci mengenai rencana pembangunan yang akan melewati wilayah mereka.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua, Agam, Editiawarman mengatakan, sosialisasi perlu dilakukan secara menyeluruh hingga ke tingkat nagari.

Menurutnya, gambar trase yang ditampilkan tanpa penjelasan yang lengkap berpotensi menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui secara jelas bagaimana posisi trase, akses yang akan dibangun, serta dampak yang mungkin muncul.

“Kalau seandainya nanti bisa terwujud, tim exit tol dengan bypass bisa ketemu dengan anak Nagari Batu Palano, jelaskan apa dampak jangka pendek, menengah dan jangka panjang,” ujar Editiawarman saat sosialisasi di Agam, Kamis (17/9/2026).

Ia menilai dialog secara langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting sebelum pembangunan dilanjutkan ke tahapan berikutnya.

Menurut Editiawarman, keterlibatan masyarakat dalam pembahasan juga dapat membantu mencari solusi apabila nantinya terdapat persoalan terkait lahan, akses masyarakat, maupun dampak sosial dari pembangunan.

Ia berharap sosialisasi tidak hanya dilakukan dengan mengundang sejumlah perwakilan masyarakat. Sebab, menurutnya, informasi yang tidak sampai kepada seluruh anak nagari dapat memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran di kemudian hari.

“Kalau rapat atau sosialisasi hanya mengundang perwakilan saja, tentu akan banyak pertanyaan dari masyarakat,” katanya.

Karena itu, ninik mamak mendorong agar pemerintah dan pihak terkait pembangunan tol turun langsung berdialog dengan masyarakat di wilayah yang terdampak trase.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan, pola sosialisasi secara langsung memang menjadi bagian yang diinginkan dalam pembahasan trase baru Tol Sicincin-Bukittinggi.

Andre meminta sosialisasi dilakukan secara berjenjang, bahkan hingga ke tingkat jorong. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang sama mengenai rencana pembangunan.

“Memang itu yang kami inginkan ya, bahwa kita berdialog. Malah saya pesan waktu rapat Minggu lalu, saya minta sosialisasi dan dialog itu langsung jorong ke jorong,” ujar Andre.

Ia berharap pola komunikasi tersebut dapat mencegah terjadinya salah persepsi maupun kecurigaan masyarakat terhadap rencana pembangunan.

Sosialisasi ini menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan trase baru, khususnya terkait rencana pembangunan bypass di kawasan Pasar Amor yang nantinya menjadi akses menuju exit tol Sicincin-Bukittinggi.

Selain pembangunan jalan tol, pembahasan pengembangan infrastruktur Sumatera Barat juga diarahkan pada sektor perkeretaapian. Pengembangan konektivitas antarwilayah tersebut diharapkan dapat berjalan dengan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

Exit mobile version