KATASUMBAR– 10 November diperingati sebagai hari bersejarah dalam menjaga dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.
Mengingat hari bersejarah, 10 November ditetapkan sebagai hari Pahlawan Nasional berdasarkan keputusan Presiden Sukarno nomor 316 tahun 1959.
Dalam hari bersejarah ini, terdapat sejumlah nama tokoh nasional yang berasal dari Sumatera Barat, mulai yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional dan yang belum.
Berikut 20 nama tokoh nasional asal Sumatera Barat yang telah ditetapkan, dan yang diusulkan sejak 1959 hingga sekarang:
1. Mohammad Hatta
Muhammad Hatta atau Bung Hatta lahir di Bukittinggi pada 12 Agustus 1902.
Bung Hatta adalah pejuang kemerdekaan Indonesia, konseptor Pancasila dan UUD 1945 sekaligus proklamator kemerdekaan Republik Indonesia bersama Bung Karno.
Ia pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta I, Hatta 2 dan RIS, ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Kepres Nomor 84/TK/Tahun 2012 tanggal 7 November 2012.
2. Tan Malaka
Tan Malaka yang bernama lengkap Ibrahim Datuk Tan Malaka lahir di Nagari Pandam Gadang, Limapuluh Kota, Sumatera Barat pada 2 Juni 1897.
Tan Malaka digelari Bapak Republik Indonesia, karena adalah tokoh pertama yang memberi nama Republik Indonesia, dan ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Soekarno melalui Keppres Nomor 53 Tahun 1963 tanggal 28 Maret 1963.
3. Sutan Sjahrir
Sutan Syahrir lahir di Padang Panjang pada 5 Maret 1909 dari ayah keturunan Koto Gadang, Agam dan ibu seorang bangsawan Melayu keturunan Minang.
Ia seorang intelektual, perintis dan revolusioner kemerdekaan Indonesia.
Setelah Indonesia merdeka, ia menjadi politikus dan perdana menteri pertama Indonesia.
Presiden Soekarno menetapkan Syahrir sebagai pahlawan nasional melalui Keppres No.76 Tahun 1966 pada tanggal 9 April 1966.
4. H. Agus Salim
Haji Agus Salim lahir dengan nama Mashudul Haq di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat pada 8 Oktober 1884.
Ia adalah sepupu dari ayah Sutan Sjahrir dan seorang pejuang kemerdekaan Indonesia.
Ia menguasai 7 bahasa asing yaitu Belanda, Inggris, Jerman, Perancis, Arab, Turki dan Jepang. Ia juga terlibat aktif dalam diplomasi pengakuan kedaulatan RI di awal merdeka baik sebagai menteri luar negeri maupun diplomat.
Presiden Sukarno menetapkannya sebagai pahlawan nasional pada 27 Desember 1961 melalui Keppres nomor 657 tahun 1961.
5. Abdul Muis
Abdul Muis lahir di Sungai Pua, Agam, Sumbar, pada 3 Juli 1886. Ia seorang sastrawan, politikus, dan wartawan Indonesia.
Abdul Muis merupakan pengurus besar Sarekat Indonesia dan pernah menjadi anggota Volksraad mewakili organisasi tersebut.
Abdul Muis adalah pahlawan nasional pertama yang dikukuhkan pemerintah Republik Indonesia, pada 30 Agustus 1959 melalui Kepres Nomor 218 Tahun 1959.
6. Tuanku Imam Bonjol
Tuanku Imam Bonjol lahir di Bonjol, Pasaman, pada 1772. Tuanku Imam Bonjol merupakan salah seorang pimpinan Pasukan Padri melawan tentara Belanda.
Di bawah kepemimpinannya kaum Padri berdamai dengan kaum adat dan kemudian bersama menghadapi Belanda.
Tuanku Imam Bonjol diberi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Soeharto berdasarkan Kepres Nomor 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973.
7. Muhammad Yamin
Muhammad Yamin lahir di Talawi, Sawahlunto pada 24 Agustus 1903. Ia merupakan sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus dan ahli hukum.
Ia merupakan salah satu perintis puisi modern Indonesia dan pelopor Sumpah Pemuda sekaligus pencipta imaji keindonesiaan yang mempengaruhi persatuan Indonesia.
Mohammad Yamin wafat di Jakarta pada 17 Oktober 1962. Ia diangkat sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Soeharto pada 6 November 1973 melalui Kepres Nompor 088/TK/Tahun 1973.
8. Rasuna Said
Hajjah Rangkayo Rasuna Said lahir di Maninjau, Agam, Sumbar, pada 14 September 1910. Rasuna adalah pendidik, tokoh politik, pejuang emansipasi sejak zaman Hindia Belanda.
Rasuna Said adalah salah satu pendiri Persatuan Muslimin Indonesia (Permi). Di awal kemerdekaan, Rasuna said mewakili Sumatera Barat di KNIP.
Rasuna Said diberi kehormatan jadi Pahlawan Nasional oleh Presiden Soeharto melalui Keputusan Presiden No. 084/TK/Tahun 1974 Tanggal 13 Desember 1974.
9. Ilyas Ya’kub
H. Ilyas Ya’kub (juga ditulis Ilyas Yacoub) lahir di Asam Kumbang, Bayang, Pesisir Selatan, pada 14 Juni 1903.
Ia adalah salah seorang pendiri Persatuan Muslim Indonesia (Permi) yang berjuang menentang politik kolonial Pemerintah Hindia Belanda, sampai dibuang ke Digul hingga Australia.
Ilyas Yacoub ditetapkan sebagai pahlawan oleh Presiden BJ Habibie melalui Keputusan Presiden No. 074/TK/1999 tanggal 13 Agustus 1999.
10. Hazairin
Prof. Dr. Hazairin lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 28 November 1906.
Ia adalah pakar hukum adat dan pernah menjabat menteri dalam negeri dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo.
Hazairin kemudian menjadi Guru Besar Hukum Adat dan Hukum Islam di Universitas Indonesia dan sejumlah perguruan tinggi.
Ia dianugerahi pahlawan nasional oleh Presiden BJ Habibie melalui Keppres No. 74/TK/1999 tanggal 13 Agustus 1999.
11. Bagindo Aziz Chan
Bagindo Aziz Chan lahir di Padang pada 30 September 1910. Ia adalah wali kota Padang kedua di masa perjuangan.
Ia dianugerahi jadi wali kota pada 15 Agustus 1946, setelah sebelumnya menjadi wakil wali kota.
Bagindo Aziz Chan gugur pada 19 Juli 1947 ditembak tentara Belanda, jelang Agresi Militer I.
Ia ditetap sebagai pahlawan nasional melalui Keppres No. 82/TK/2005, 7 November 2005.
12. Adnan Kapau Gani
Adnan Kapau Gani Lahir di Palembayan, Agam, Sumatera Barat. AK Gani adalah seorang dokter, politisi dan tokoh militer Indonesia.
Ia pernah menjabat sebagai wakil perdana menteri pada Kabinet Amir Sjarifuddin I dan Kabinet Amir Sjarifuddin II.
Berjuang sejak zaman Hindia Belanda, masuk tahanan di masa Jepang, saat perang kemerdekaan, ia banyak membantu perlengkapan militer melalui penyelundupan dari Singapura.
AK Gani ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007 melalui Kepres No . 066 / TK / Tahun 2007 Tanggal 6 November 2007.
13. Mohammad Natsir
Mohammad Natsir Dt Sinaro Panjang lahir di Alahan Panjang, Solok dari orang tua asal Maninjau, Agam.
Natsir merupakan pendiri sekaligus pemimpin partai politik Masyumi. Ia juga merupakan tokoh Islam terkemuka di Indonesia.
Pada 6 November 2008, Presiden SBY menetapkan Natsir sebagai pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 041/TK/TH.2008
14. Buya Hamka
Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) lahir di Nagari Sungai Batang, tepi Danau Maninjau, Agam pada 17 Februari 1908.
Buya Hamka adalah ulama besar, pendidik, sastrawan dan pejuang kemerdekaan. Ia berkarir sebagai wartawan, penulis dan pengajar.
Ia sempat berkecimpung di politik melalui Masyumi sampai partai tersebut dibubarkan. Ia juga menjabat sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama.
Hamka adalah putra ulama besar Minangkabau Syekh Dr. Abdul Karim Amrullah. Selama hidup ia menulis 94 buku, termasuk Tafsir Al Azhar.
Pada 2011, Presiden SBY mengangkat Buya Hamka sebagai pahlawan nasional, antara lain karena jasanya selama perang kemerdekaan melalui Keppres No. 113/TK/2011, tanggal 7 November 2011.
15. Ruhana Kuddus
Ruhana Kuddus, lahir di Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada 20 Desember 1884. Ruhana merupakan kakak satu ayah Sutan Sjahrir.
Ruhana adalah wartawati pertama Indonesia dan pendiri Surat Kabar Soenting Melajoe. Ruhana aktif meningkatkan pendidikan dan keterampilan kaum perempuan dengan mendirikan sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS) di Koto Gadang.
Ruhana Kuddus ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 120/TK Tahun 2019 tanggal 7 November 2019.
16. Usmar Ismail
Usmar Ismail lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 20 Maret 1921, atau sekitar seabad yang lalu.
Ia adalah tokoh ketiga kelahiran Bukittinggi yang diangkat sebagai pahlawan nasional setelah Bung Hatta dan Prof. Hazairin.
Usmar Ismail dianugerahkan gelar pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, pada Peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2021.
17. Syekh Sulaiman Ar-Rasuli
Syekh Sulaiman Ar-Rasuli, atau yang dikenal dengan Inyiak Canduang adalah ulama Minangkabau yang mendirikan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) pada tahun 1928.
Syekh Sulaiman Ar-Rasuli saat ini telah diusulkan oleh Pemkab Agam menjadi pahlawan nasional ke Kementerian Sosial Republik Indonesia pada 2023.
Pengusulan tersebut berdasarkan gerak perjuangan Syekh Sulaiman Ar-Rasuli dalam menyebarluaskan gagasan keterpaduan adat Minangkabau dan syariat Islam.
Selain itu, beliau juga berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui gerakan perlawanan terhadap penjajah Belanda
18 . Khatib Sulaiman
Khatib Sulaiman gugur dalam Peristiwa Situjuah pada 15 Januari 1949 bersama 68 pejuang lainnya yang dibantai oleh Belanda.
Saat itu ia menjabat sebagai Ketua Markas Pertahanan Rakyat Daerah dalam struktur Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dipimpin oleh Syafruddin Prawiranegara.
Khatib Sulaiman, juga diusulkan untuk mendapat gelar pahlawan oleh Pemkab Agam melalui Kementerian Sosial pada tahun ini.
19. Buya Syafii Maarif
Buya Syafii Maarif diusulkan oleh sejumlah tokoh dan lembaga untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional, berdasarkan pada jasa-jasanya dalam memperjuangkan Islam, Indonesia, dan kemanusiaan.
Beberapa pihak yang mengusulkan Buya Syafii Maarif sebagai pahlawan nasional antara lain adalah Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Sijunjung, dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
20. dr M Djamil Datuk Rangkayo Tuo
dr M Djamil Dt Rangkayo Tuo, lahir pada 23 November 1898 di Kayutanam, 2×11 Enam Lingkung, Padang Pariaman.
M Djamil tercatat merupakan lulusan STOVIA (1924), kemudian Universitas Utrecht Belanda (1932/Dokter Penyakit Dalam), dan Universitas John Hopkins Maryland Amerika Serikat (1934/Dokter Kesehatan Masyarakat)
Dokter pejuang kemerdekaan asal Sumatera Barat, M Djamil Datuk Rangkayo Tuo diusulkan jadi pahlawan nasional oleh Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang sebagai pahlawan nasional.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
