KATASUMBAR – Pemulangan warga yang jadi demonstran asal Jorong Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Pasaman Barat di Masjid Raya Sumbar heboh.
Proses pemulangan ini melibatkan sejumlah aparat kepolisian dari Polresta Padang yang mengarahkan warga naik ke bus yang sudah disediakan.
Namun, upaya kepolisian ini malah ditolak oleh demonstran. Pantauan Katasumbar, tampak massa aksi malah meneriaki petugas.
Akibat hal itu, proses pemulangan sempat ricuh. Warga yang menolak untuk pulang sempat bertahan, kendati akhirnya warga tetap berhasil dikawal masuk ke dalam bus.
Proses pemulangan warga Air Bangis ini menjadi perhatian banyak pihak. Rekaman video amatir kericuhan tersebut pun ramai di media sosial.
Pantauan Katasumbar pada Sabtu (5/8) malam WIB, berbagai rekaman kericuhan ini sudah diunggah oleh berbagai akun Citizen Journalism di Instagram.
Warganet pun memberikan beragam respon atas kejadian tersebut. Namun, dari sekian banyak komentar, warganet malah cenderung membela petugas Kepolisian.
Hal ini disebabkan lantaran aksi warga Air Bangis selama beberapa hari belakangan, disebutkan telah menganggu kenyamanan masyarakat.
“2 kata, playing victim kalian. Awalnyo den ibo mendukung, kini den maleh mancaliak.”
“Dua kata, playing victim kalian. Awalnya saya kasian mendukung, kini saya malas melihat,” tulis sebuah akun Instagram di unggahan akun @matarakyat_sumbar.
“Pulang lah kalian lai, manyamak se d padang ko ma, macet bahari2 di padang ko, alun sarok baserak2 di halaman Masjid Raya dek ulah kalian,” komentar akun lain menimpali.
Pada unggahan akun Instagram @matarakyat_sumbar ini, warganet dominan membela petugas.
Di sisi lain, pada unggahan akun @infosumbar, warganet juga membantah keras tuduhan bahwa Polisi melakukan penistaan karena menggunakan alas kaki masuk ke dalam masjid.
Sebab, lokasi yang dipakai oleh massa aksi di Masjid Raya Sumbar itu bukan tempat ibadah, melainkan ruang pertemuan.
“Ahaha, lah jaleh se arah nyo, musajik bjadian tameng, dsuruah pulang elok2 ndak nmuah.”
“Gliran mode ko mlah fokus ka spatu polisi, pdahal smo2 mamijak sdonyo,” tulis sebuah akun di kolom komentar unggahan Infosumbar tersebut.
“Personel Polresta Padang tidak memasuki Ruangan Untuk Shalat, melainkan Ruangan Pertemuan di Lantai 1 Mesjid Raya Sumbar.”
“Lokasi tersebut tidak untul sholat dan sejadah yang terbntang adalah para pendemo yang membawa ke lantai 1,” timpal akun yang lain.
“Hayuk masyarakat jgn salah kaprah dulu dan salah menilai para aparat, yg para aparat masuki itu tmpt mreka tidur bukan yg tmpt sholat,” tulis akun lain di kolom komentar.
Alasan Warga Tolak Pemulangan
Seperti diketahui, demonstran Jorong Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat menolak pemulangan, Sabtu (5/8).
Hal tersebut dikarenakan demonstran menunggu sejumlah perwakilannya yang saat ini bertemu Gubernur Sumbar di Kantor Gubernur Sumbar.
“Kami masih menunggu teman kami yang saat ini berunding dengan Gubernur.”
“Kami menunggu hasilnya juga. Ada yang suaminya juga ikut berunding, mereka menunggu itu,” ujar warga yang bernama Arman Lubis.
Proses pemulangan ini melibatkan sejumlah aparat kepolisian dari Polresta Padang yang mengarahkan warga naik ke bus yang sudah disediakan.
Namun, upaya kepolisian ini malah ditolak oleh demonstran. Pantauan Katasumbar, tampak massa aksi malah meneriaki petugas.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
