KATASUMBAR – Kasus kekerasan seksual kembali heboh di Kota Padang, setelah beredarnya video pengakuan dari seorang pelajar SD yang diduga adalah korban.
Video pengakuan yang berdurasi 5 menit 16 detik itu ramai diunggah lewat berbagai platform media sosial, Selasa (17/10).
Dalam video tersebut, tampak seorang pelajar memberikan pengakuan kepada sejumlah orang yang diduga adalah gurunya sendiri dalam suatu ruangan.
Dikutip dari isi video, seorang siswi tersebut menjelaskan bagaimana tindakan pelaku yang melakukan pelecehan tersebut.
Mulai dari tanya jawab yang mengarah perbuatan seksual, hingga bagaimana prakteknya, yang kemudian berakhir dengan pelaku memegang salah satu bagian tubuh korban.
Kasus ini sedang menjadi perhatian, sehingga pihak Kepolisian pun turun tangan, mendalami kasus tersebut.
Terkait hal itu, salah satu anggota DPRD Padang, Budi Syahrial menilai, tindakan tersebut sangat disayangkan.
Menurut dia, saat ini dibutuhkan tindakan yang bisa memberi efek jera pada pelaku pelecehan ataupun kekerasan seksual, khususnya pada anak.
Efek jera itu adalah penerapan hukuman kebiri pada setiap pelaku. Langkah ini penting, mengingat dampak yang akan dirasakan korban.
“Sebaiknya pelaku dikebiri saja, ini wajar karena memang ada aturannya seperti itu,” katanya pada Katasumbar, Selasa (17/10) malam WIB.
Budi menjelaskan, tindakan ini sangat berbahaya, apalagi terjadi di lingkungan sekolah, dan dilakukan oleh oknum pendidik.
“Jika tidak dikebiri, ketika nanti pelaku selesai menjalani hukuman dan mengulangi perbuatannya, itu akan menambah jumlah korban,” beber kader Partai Gerindra itu.
“Jika memang dalam UU diperbolehkan untuk dikebiri, ini tentu mengandung azaz kemaslahatannya,” pungkasnya kemudian.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
