KATASUMBAR – Nama Immanuel Ebenezer hebohkan linimasa lantaran hengkang dari gerakan relawan pendukung Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden.
Noel, begitu ia dipanggil menarik diri bersama organisasi relawan yang ia besut GP Mania, alias Ganjar Pranowo Mania.
Keputusan tersebut diambil Noel lantaran ia menyangsikan keberanian Ganjar untuk menjadi Calon Presiden.
Tak cuma itu, ia juga menuding Ganjar Pranowo tidak punya gagasan yang jelas untuk meneruskan kerja Presiden Jokowi.
“Iya benar, kita tidak dukung Ganjar karena kita lihat Ganjar miskin gagasan.”
“Kita tidak tahu apakah Ganjar benar mau nyapres atau tidak,” katanya, Kamis (9/2).
Alasan Noel itu sontak menjadi pembicaraan, lantaran ia sebelumnya adalah ketua relawan Jokowi-Jokowi Mania.
Kendati demikian, keputusan Noel ini justru dianggap sebagai kabar baik oleh relawan pendukung Ganjar Pranowo lainnya.
Salah satu organ relawan tersebut adalah Ganjarian Spartan. Ketua Ganjarian, Guntur Romli menilai Immanuel memang tidak layak mendukung Ganjar.
Alasannya menurut tokoh muda NU tersebut adalah lantaran Noel pernah mendukung salah satu tersangka terorisme, Munarman.
“Ganjarian Spartan Ganjar Pranowo bersyukur Immanuel Ebenezer tidak jadi dukung Ganjar Pranowo.”
“Immanuel Ebenezer membela Munarman terdakwa kasus terorisme dan yang kemudian terbukti dihukum,” sebut Guntur.
Selain itu, ia juga blak-blakan menyebut organ GP Mania milik Immanuel Ebenezer sebenarnya tidak pernah eksis.
Tak cuma itu, Guntur menilai, organ itu hanya berganti kulit sejak di era Ahok dan Jokowi lalu.
“Itu ganti kulit dari nama Batman (Basuki Tjahaha Purnama Mania) atau Joman (Jokowi Mania) yang hanya menjadi mainan politik pribadi Immanuel Ebenezer,” pungkasnya.
Pernah Dirikan GP Mania di Bukittinggi
Katasumbar pun menelusuri sepak terjang Noel yang sedang menjadi pembicaraan itu, di Sumatera Barat.
Sebelum terkenal ke publik, ternyata Noel sendiri pernah mendirikan organ relawan serupa di Sumatera Barat, tepatnya di Kota Bukittinggi.
Berdasarkan penelusuran, Noel mendirikan organ relawan GP Mania tersebut pada 24 November 2021 lalu.
Bahkan, deklarasinya berlangsung di Hotel Santika dengan mengundang sejumlah simpatisan.
Saat itu, Noel melabel Ganjar Pranowo sebagai the next Jokowi, dan itu pula yang menjadi tema deklarasi itu.
Saat mendeklarasikan GP Mania di Bukittinggi, Noel berkeyakinan organ relawannya mampu memenangkan Ganjar di Sumbar.
Sekaligus ia juga meyakini ketokohan Ganjar bisa diterima oleh masyarakat Sumbar yang religius.
“Ini menunjukkan Ganjar diterima masyarakat tradisional religius. Ada mimpi-mimpi masyarakat Minangkabau terhadap pemimpin yang dekat di mata rakyat,” katanya dikutip dari JPNN.
“Apa yang kami lakukan murni dan tidak dapat dibendung lagi oleh siapa pun juga, termasuk oleh Mas Ganjar dan partai politik. Karena Ganjar Pranowo adalah kehendak rakyat,” pungkas Noel.
Sejak deklarasi, aktifitas GP Mania di Su tidak lagi terdengar, hingga kini dibubarkan.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
