Site icon Kata Sumbar

Hasil Muscab Ditolak, Tim Formatur Segel Sekretariat PPP Pesisir Selatan

Tim Formatur Segel Sekretariat PPP Pesisir Selatan, Rabu (30/9/2026).

KATASUMBAR- Kantor Sekretariat DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pesisir Selatan digembok oleh tim formatur, Rabu (30/9/2026).

Penggembokan itu dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap Surat Keputusan (SK) penetapan kepengurusan DPC PPP Pesisir Selatan yang menetapkan Yunesel Indra sebagai Ketua DPC.

Pantauan di lokasi, belasan kader PPP mendatangi Sekretariat DPC PPP Pesisir Selatan sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka membawa kayu balok yang kemudian digunakan untuk memalang pintu sekretariat.

Tim formatur menilai penetapan tersebut tidak sesuai dengan hasil Musyawarah Cabang (Muscab) PPP Pesisir Selatan yang sebelumnya menetapkan Armadi sebagai ketua terpilih.

Salah seorang tim formatur dari PAC PPP Kecamatan Lengayang, Sosrizal, mengatakan penggembokan sekretariat dilakukan sampai ada kejelasan terkait kisruh kepengurusan PPP Pesisir Selatan.

“Akibat dari penolakan tersebut dilakukan pemalangan kantor DPC Kabupaten Pesisir Selatan hingga dalam batas waktu yang belum ditentukan,” ujar Sosrizal, Rabu (30/9/2026).

Ia mengatakan, aktivitas di sekretariat DPC PPP Pesisir Selatan untuk sementara dihentikan sampai persoalan kepemimpinan tersebut menemukan titik terang.

Sosrizal menjelaskan, tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan DPC PPP Pesisir Selatan terdiri dari empat unsur PAC, satu unsur DPC dan satu unsur DPW.

Empat PAC yang menjadi bagian dari tim formatur tersebut yakni PAC Koto XI Tarusan, Lengayang, Airpura dan Pancung Soal.

Menurutnya, tim formatur telah melaksanakan Muscab pada 9 Juni 2026 dan hasilnya kemudian diserahkan kepada DPW PPP Sumatera Barat.

“Ini yang terjadi di Pesisir Selatan, lain yang diputuskan melalui Muscab, lain pula yang direkomendasikan oleh DPW. Ini kami duga salah satu bentuk perbuatan sabotase oleh Ketua DPW, dan ini mesti dituntaskan,” katanya.

Ia juga menyatakan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPW PPP Sumatera Barat serta menolak SK yang menetapkan Yunesel Indra sebagai Ketua DPC PPP Pesisir Selatan.

“Karena yang terpilih adalah Armadi, bukan Yunesel Indra. Berarti hasil Muscab tidak dipergunakan,” tuturnya.

Sosrizal mengatakan pihaknya akan membawa persoalan tersebut ke Mahkamah Partai sebagai upaya memperjuangkan hasil Muscab.

“Kami akan lanjut ke Mahkamah Partai. Kantor ini akan tetap kami segel sampai ada keputusan dari DPP,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi kepada pihak DPW PPP Sumatera Barat maupun pihak yang ditetapkan sebagai Ketua DPC PPP Pesisir Selatan masih dilakukan untuk mendapatkan keterangan yang berimbang.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

Exit mobile version