Site icon Kata Sumbar

Harga Beras di Sumbar Stabil, Tapi Termasuk yang Termahal se Indonesia

Ilustrasi pedagang beras

Ilustrasi

KATASUMBAR – Pusat Informasi Harga Pangan Nasional (PIHPS) mencatatkan kenaikan harga beras di seluruh Indonesia.

Menurut data, rata-rata kenaikannya mencapai Rp50 per kilogramnya untuk beras kategori Medium I per 24 Februari 2023.

Jika dibandingkan dengan 20 Februari 2022, kenaikannya berkisar dari 13.200 per kg menjadi Rp13.250 per kg.

Menurut data yang dihimpun dari PIHPS ini, kenaikan harga beras saat ini bahkan ada yang mencapai hampir Rp18.000 per kg.

Pulau Sumatera dan Kalimantan keluar sebagai kawasan dengan harga beras yang lebih mahal dari harga rata-rata nasional, mengalahkan Maluku dan Papua.

Di dalam catatan PIHPS, harga rata-rata beras Medium I di Sumbar mencapai Rp15.300 per kg.

Kota Padang jadi daerah dengan harga beras tertinggi di Sumbar, yakni Rp16.900 per kg.

Sementara itu di Provinsi Riau, harga rata-rata beras Medium I sebesar Rp14.500 per kg. Adapun harga beras sejenis di Kota Pekanbaru sebesar Rp15.450 per kg.

Sedangkan di pulau Jawa, harga beras tertinggi ada di Kota Tangerang sebesar Rp14.650, DKI Jakarta Rp14.950, dan Kota Solo Rp14.400 per kg.

Selanjutnya, di Kota Pontianak, Kalimantan Barat harga beras Medium I sebesar Rp15.150. Di Kalimantan Selatan sebesar Rp15.950 per kg.

Lalu di Banjarmasin, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, harga beras Medium I sebesar Rp17.850 per kg, hampir mencapai Rp18.000.

Sementara itu, harga beras di wilayah timur Indonesia yang biasanya paling tinggi di antara semua wilayah, kini tidak terlalu tinggi.

Harga beras Medium I di Maluku Utara sebesar Rp14.000 per kg, di Papua sebesar Rp13.650 per kg dan di Papua Barat Rp14.500.

Harga Beras di Sumbar Cenderung Stabil

Berbeda dengan data, Pemerintah Provinsi Sumbar menilai, harga beras di daerah itu saat ini malah cenderung stabil.

Penilaian demikian diungkapkan oleh Kepala Disperindag Sumbar, Novrial.

Ia mengatakan, secara rata-rata harga beras di Sumbar saat ini berada dibanderol dengan harga Rp14 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram.

“Sekarang kita terus memantau harga beras di pasar. Meskipun kini cenderung stabil,” katanya.

Kendati stabil, harga tersebut menurut Novrial, masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hanya saja, varietas beras Sumbar tidak termasuk jenis beras yang tidak terikat dengan HET.

Adapun beras tersebut adalah Anak Daro dari Kota Solok, Saganggam Panuah dari Padang Panjang dan beras Gadang Rumpun dari Sawahlunto.

Lalu beras Kuriak Kusuik dan Beras Ampek Angkek dari Kabupaten Agam, beras Junjuang dari Limapuluh Kota, beras Ceredek Merah, Beras Siarang dan beras Harum dari Kabupaten Solok.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

Exit mobile version