Site icon Kata Sumbar

Hadapi Isu Ancaman Megathrust, Pj Wali Kota Padang: Belum Ada Teknologi yang Bisa Prediksi Gempa

Pj Wali Kota Padang, Andree Algamar

Pj Wali Kota Padang, Andree Algamar

KATASUMBAR – Pemerintah Kota Padang menerbitkan Surat Edaran (SE) khusus terkait langkah mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di Kota Padang.

Surat Edaran itu diterbitkan terkait hebohnya isu soal ancaman gempa bumi dan tsunami akibat aktivitas Megathrust di sejumlah wilayah di Indonesia.

Dalam surat yang ditandatangani Pj Wako Padang, Andree Algamar tersebut dijelaskan bahwa terkait kesiapsiagaan bencana di wilayah zona Megathrust.

Dimana potensi terjadinya gempa bumi dan tsunami, maka disampaikan sejumlah hal yang harus jadi perhatian bersama masyarakat.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa pantai barat Sumatera sebagai bagian wilayah zona megathrust memiliki potensi gempa bumi.

Gempa tersebut disinyalir dapat melepaskan energi gempat signifikan yang dapat terjadi sewaktu-waktu dan dalam berbagai kekuatan.

“Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat dan akurat, dari kapan, dimana dan berapa kekuatannya.”

“Munculnya kembali pembahasan potensi gempa zona megathrust ini bukanlah bentuk peringatan dini yang seolah-olah dalam waktu dekat akan segera terjadi gempa besar,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan kajian para ahli terkait zona megathrust Mentawai-Siberut adalah potensi bukan prediksi, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang mengetahui. 

Untuk itu diperlukan kesiapsiagaan yang terus menerus baik berupa mitigasi struktural maupun nonstruktural serta membangun.

Di sisi lain, ia menyebut, langkah tersebut juga penting untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam melakukan aksi dini untuk selamat jika gempa bumi dan tsunami terjadi.

Dalam surat tersebut juga dijelaskan terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan terkait mitigasi bencana. 

Pertama melakukan pemantauan peralatan peringatan dini, sistem komunikasi kebencanaan, bangunan sebagai tempat evakuasi sementara, serta jalur evakuasi yang mudah diakses.

Kedua memastikan rambu evakuas terpasang di setiap ruangan dan halam kantor. Ketiga menggencarkan pelaksanaan edukasi, sosialisasi, dan literasi kepada seluruh jajaran dan unsur pelaksana di setiap instansi pemerintah dan swasta.

Selanjutnya keempat, instansi pemerintah dan swasta, perkantoran, hotel, satuan pendidikan, serta tempat beraktivitas lain.

Adapun tujuannya untuk menyusun rencana dan peta evakuasi. Kelima melakukan latihan kesiapsiagaan dan simulasi.

Keenam, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk dapat mempersiapkan rencana evakuasi keluarga dengan mempedomani brosur Padang Kota Tangguh Bencana.

Terakhir, melakukan koordinasi kedaruratan melalui Padang Command Center di nomor telepon 112 (bebas pulsa) dan Pusdalops PB BPBD Kota Padang di nomor (0751) 778775.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

Exit mobile version