Site icon Kata Sumbar

Gubernur Sumbar Sebut Ribuan Jaringan NII di Sumbar Bukan Orang Minang

KATASUMBAR – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akhirnya buka suara terkait isu jaringan NII yang mencapai seribu lebih di ranah Tuah Sakato.

Isu tersebut dibeberkan oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror pasca penangkapan 16 orang jaringan Negara Islam Indonesia (NII) beberapa waktu lalu.

Sebanyak 16 orang yang diduga jaringan NII ini ditangkap di Kabupaten Tanah Datar dan Dharmasraya.

Pasca penangkapan tersebut, Densus pun mengklaim bahwa jaringan NII di Sumbar telah mencapai 1.125 orang.

Angka tersebut diketahui dari hasil penyelidikan yang dilakukan satuan anti teror itu terhadap 16 orang yang tertangkap.

Isu terkait jumlah ini kemudian mengundang banyak pertanyaan dari banyak pihak.

Pemerintah pun kemudian mengambil sikap dengan melakukan rapat bersama Forkopimda, Rabu (20/4).

Dalam rapat tersebut, forum pimpinan membahas perkara rinci keberadaan organisasi bentukan Kartosuwiryo itu.

Hasilnya, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan bahwa jaringan NII tersebut bukanlah orang Minang.

“Orang Minang ini tidak ada yang jadi pemberontak, tapi cinta NKRI,” katanya pada Katasumbar.

Ia menjelaskan, dalam rapat yang berlangsung di Istana Gubernur itu terungkap bahwa jumlahnya pun tidak sebanyak yang disampaikan Densus.

“Menurut informasi dari aparat, jumlahnya belum sebanyak itu,” sebut mantan Wali Kota Padang itu.

“Ya kalau soal keberadaannya (benar atau tidak) itu kan data dari Densus,” imbuhnya.

Dibawa Pendatang

Soal status kebudayaan, Mahyeldi mensinyalir bahwa jaringan NII di Sumbar ini merupakan bawaan orang luar.

Artinya, paham dan rencana NII yang disebut Densus untuk menggulingkan pemerintah sebelum Pemilu 2024 bukanlah dari orang Minang.

“Dalam hasil rapat tadi, itu dari orang luar. Tapi kita perlu antisipasi,” sebut Mahyeldi.

Terkait dengan itu, ia pun meminta semua lini pemerintahan dari Kabupaten/Kota hingga RT untuk waspada.

“Khususnya RT ya, tolong diperiksa setiap tamu yang datang dan harus melapor,” ucapnya.

“Demikian salah satu cara kita untuk mengantisipasi gerakan radikal ini,” pungkasnya kemudian.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

Exit mobile version