Site icon Kata Sumbar

Dulu Viral, Taman Wisata Banto Royo Agam Kini Sepi Pengunjung

KATASUMBAR – Sejumlah objek wisata lokal atau dikelola swasta di Sumbar mengaku kesulitan karena rendahnya tingkat kunjungan.

Padahal dulunya, terutama sebelum pandemi Covid-19, banyak sekali objek wisata yang sempat viral dan menarik minat wisatawan untuk datang.

Salah satu objek wisata yang sulit bangkit pasca pandemi sejak 2021, adalah Objek Wisata Banto Royo.

Objek wisata yang berlokasi di Jorong Kaluang Tapi, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Agam ini sulit untuk bangkit.

Jumlah kunjungan wisatawan dulunya bahkan pernah tembus angka 10 ribu perhari. Kini, jumlah kunjungan hanya 100 wisatawan perbulan.

Manajer Taman Wisata Banto Royo Agam, Zul Adri Aranta mengaku, saat ini pihaknya harus putar otak untuk tetap bisa bertahan.

“Ya, yang biasanya kita dalam satu hari bisa dapat berjuta, sekarang terkadang nggak ada pecah telur sama sekali. Apalagi semenjak 2023 ini, itu sangat-sangat sepi,” ujarnya pada Katasumbar.

Dari 96, Kini  Tersisa 13 Karyawan

Jaya sebelum pandemi, Zul Ardi mengatakan untuk mengelola objek taman wisata ini melibatkan 96 tenaga karyawan.

Pasca pandemi dan mulai hilangnya jumlah tamu yang datang, tersisa 13 karyawan saja.

13 orang itupun, menurut dia sulit untuk menggajinya secara layak, karena memang omset yang didapat dari kunjungan itu jauh berkurang.

“Kalau dulu dalam satu hari, kita bisa kedatangan 10 ribu perhari. Kalau harian itu bisa kita dapat 10 juta satu hari. Tapi, sekarang nggak ada, kadang nggak ada pecah telur dan karyawan kita sekarang tinggal 13 orang. Itu pun kami nggak mampu menggaji yang pantas,”ujarnya.

Menurut Zul Ardi Aranta, untuk bisa bertahan, pihaknya harus bisa menggaet pengunjung tertentu.

Saat ini jelasnya, salah satunya dengan memperbanyak promosi dan sosialisasi ke wisatawan kelompok dan komunitas hingga sekolah.

“Kami terpaksa jemput bola, kami utamakan orang per kelompok, komunitas dan sekolah-sekolah. Karena kalau kita harapkan untuk tamu keluarga sangatlah sepi,” terangnya.

Terpisah, Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Sumbar Doni Hendra mengungkapkan, melihat kondisi beberapa objek wisata yang sulit bangkit pasca pandemi butuh dukungan dan kerjasama seluruh pihak.

“Pengelola objek wisata yang ada di kabupaten/kota untuk pengelola objek wisata yang ada di nagari itu bagaimana melakukan kerjasama dengan pihak nagari dalam hal ini BumNag. Kemudian yang kedua, kita melihat bahwasanya di perbankan, bank- bank. Itu kalau tidak salah punya kredit KUR yang bisa dikerjasamakan,” terangnya.

Selain dukungan dan permodalan, pengelola objek wisata, kata dia, juga butuh inovasi dan bisa membaca peluang-peluang dalam menggaet tamu atau pengunjung.

“Ya, intinya hari ini adalah bagaimana pengelola objek wisata yang dikelola oleh masyarakat, mereka harus punya inovasi untuk hal-hal tersebut, bagaimana melakukan kerjasama,” ujarnya.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

Exit mobile version