KATASUMBAR- Di tengah derasnya arus musik digital, kesenian tradisi Minangkabau justru menunjukkan daya tahannya. Dua sanggar seni dari Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Tanah Datar tampil memukau pada ajang Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Sumbar Saraso Fest 2026, Selasa (29/9/2026), malam.
Mereka hadir dengan satu misi yang sama: mempertahankan kesenian lokal agar tidak tenggelam oleh zaman.
Kesenian asli Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman, Sanggar Tari Gondang Goroguang membuka penampilan dengan alunan musik tradisional yang khas. Gondang Boroguang merupakan salah satu kesenian tradisional Minangkabau yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat sebagai bentuk ekspresi seni, hiburan, sekaligus bagian dari kegiatan sosial dan budaya.
Perpaduan gondang, gong, pelempong, dan rupanung menciptakan irama yang menggambarkan semangat, kegembiraan, dan kebersamaan masyarakat Minangkabau. Kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antar masyarakat dan menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.
Ketua Kelompok Grup Gondang Boroguang, Fatmawati, mengatakan kesenian ini telah hidup sejak lahirnya Nagari Lubuk Gadang. Menurutnya, kesenian tersebut terus abadi dari generasi ke generasi.
“Jadi kami ada sanggar tari, ada sanggar gondang boroguang, yang turun dari generasi ke generasi. Yang tampil ini memang maestro-maestro yang kami bawa ke sini,” ungkapnya usai pementasan.
Menurut Fatmawati, secara tidak langsung Gondang Goroguang tetap hidup di kampung halaman meski tanpa sanggar formal. Namun sejak 2008, mereka membentuk kelompok secara resmi agar kesenian ini teradministrasi, terkendali, terberdaya terus-menerus, dan dilestarikan.
“Bukan lansia, tapi memang ada yang lansia, ada yang tidak. Yang tampil malam ini memang para maestro,” katanya.
Selain untuk pengembangan, Sangar Godang Goroguang akan terus memperluas ke generasi. Lanjutnya,
ke depan, sanggar berencana mengenalkan Gondang Goroguang kepada anak-anak sekolah dasar.
“Rencana kami sekarang mau menerangkan kepada anak-anak SD melalui sekolah-sekolah dasar. Melalui sekolah dasar akan dikembangkan gondang goroguang,” jelas Fatmawati.
Sementara, Kesenian Asal Tanah Datar, tidak kalah memukau. Tari Mulo Pado, diangkat Kisah Nenek Moyang dari Gunung Marapi, saat menatap permukiman.
Dari Kabupaten Tanah Datar, Sanggar Mulo Pado asal Nagari Padang Magek, Kecamatan Rambatan, tampil membawakan Tari Mulo Pado dan Saluang Klasik.
Tari Mulo Pado merupakan kesenian tradisional Minangkabau yang menggambarkan kehidupan, pergaulan, dan kebersamaan masyarakat melalui gerak tari yang dinamis dan ekspresif. Tarian ini mengandung nilai kebersamaan, kekompakan, kesopanan, dan semangat gotong royong.
Ketua Sanggar, Syamwir, menjelaskan sanggarnya telah berdiri sekitar 10 tahun. Selain Tari Mulo Pado, sanggar juga melatih randai dan shalawat dengan jumlah anggota randai mencapai sekitar 70 orang.
“Tari Mulo Pado bercerita tentang nenek moyang kita sabalun alun barabalun,” ujar Syamwir.
Ia mengisahkan legenda yang diabadikan dalam tarian tersebut. Dikisahkan, samulo Gunung Marapi sagadang taluah itiek. Ketika aia tasentak naik dan bumi basenyak turun, di sanalah nenek moyang berada.
“Jadi setelah Mulo Pado, ia basentak turun, bumi basentak naik. Jadi marantaklah limo kali,” tuturnya dalam bahasa Minang.
Setelah terlihat Batu Sambilan Jamba dari Gunung Marapi, tampaklah jalan turun. Nenek moyang pun gembira, lalu dikibarkan kain sebagai tanda syukur. Mereka meminta maaf kepada bumi Allah dan memohon ampun kepada Allah. Dari kisah inilah lahir Tari Mulo Pado.
Penampilan musik diiringi lima pemain dengan dendang Singkarak Lamo, dendang yang menggambarkan hati yang sedang gundah dan bersedih.
Penampilan kedua sanggar ini menjadi bukti bahwa kesenian lokal Minangkabau masih memiliki tempat di hati masyarakat. Di tengah gempuran musik digital, para maestro dan generasi penerus terus berupaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal generasi muda.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
