Site icon Kata Sumbar

Curhat Perajin Tempe di Alai Padang, Terancam Tutup Akibat Lonjakan Harga Kedelai

KATASUMBAR – Zainal Efendi, perajin tempe di Kelurahan Alai Parak Kopi Kecamatan Padang Utara, Kota Padang menjerit akibat mahalnya harga kedelai.

Saat ini, kata Zainal harga kedelai mencapai Rp585 ribu per karungnya dengan berat 50 kilogram.

Harga tersebut menurutnya mencekik dan usaha yang ia ditekuni sudah puluhan tahun ini terancam gulung tikar.

Hal itu, lanjutnya, karena tidak seimbangnya pengeluaran dengan pemasukan.

Kenaikan harga kedelai memang sudah dirasakan sejak awal wabah Covid-19.

“Kini produksi tempe sekedar menjaga pelanggan. Ujung-ujungnya juga bakal tutup karena tidak sanggup lagi membayarkan utang ke pabrik,” katanya saat ditemui wartawan, Senin

“Biasanya dalam sehari bisa produksi 7 hingga 8 karung kacang kedelai, sekarang hanya 3 karung,” sambungnya.

Ia merinci, kondisi itu membuatnya mengalami kerugian satu Rp1 juta perhari.

“Jika dikalikan 1 bulan sudah berapa kerugian yang kita alami,” jelasnya.

Kenaikan harga kedelai juga berdampak kepada pengurangan karyawan, dari 6-7 orang ke 2 orang.

“Kita ikut langsung turun, karena tidak sanggup lagi membayarkan gaji karyawan,” tuturnya.

Ia berharap kepada pemerintah, setidaknya harga kacang kedelai diturunkan hingga Rp400 ribu. “Dengan harga segitu, kita pun bisa melanjutkan usaha ini,” kata dia.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

Exit mobile version