Site icon Kata Sumbar

Cerita Warga Tinggal Dekat Hulu Galodo Maninjau : Dentuman Longsor Bikin Jantungan

KATASUMBAR – Puluhan warga di Kubuak Ladang Tinggi, Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matua, Agam terpaksa mengungsi ke tempat lebih aman.

Penyebabnya, warga takut kampungnya ambruk karena longsor.

Mereka mengungsi ke rumah salah satu warga dan membangun tenda darurat di Kelok 42.

Salah satu tokoh masyarakat, Syafrizal (54) mengatakan mereka mengungsi sejak pergantian tahun baru kemarin.

“Kalau malam hari, terlebih cuaca hujan, rasanya jantungan tinggal di kampung,” ujarnya, Selasa 6 Januari 2026.

Kampung Kubuk Ladang Tinggi topografi wilayahnya terpencil dan dikelilingi perbukitan. Di sana, ada sebanyak 14 rumah. Jaraknya 1 kilometer dari jalan raya atau Kelok 42.

Masalahnya, tak begitu jauh dari perkampungan, merupakan titik hulu longsor dan banjir bandang yang terjadi di Muaro Pisang, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya

“Hampir tiap hari terjadi dentuman, tanda tanah bergerak. Ini yang membuat kami ketakutan, takut hulu longsoran sampai ke perkampungan, bahkan aktivitas pertanian kami juga terganggu karena hal ini,” ungkapnya.

Syafrizal mengatakan Bupati Agam telah meninjau perkampungan mereka.

“Bupati menilai perkampungan sudah tak layak huni, kami serahkan kepada bupati mau dipindahkan ke mana,” kata dia.

Dia mengatakan ada sebanyak 13 KK atau 40 jiwa yang terpaksa mengungsi ke luar perkampungan. Langkah ini diambil demi keselamatan, ungkap Syafrizal.

Cukup sulit untuk sampai ke pemukiman, kita harus menempuh perjalanan berliku di bawah pemukiman yang hanya bisa ditempuh dengan roda dua.

(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

Exit mobile version