Site icon Kata Sumbar

Bulog Sumbar dan Pemkab Agam Perkuat Pasokan Pangan untuk Tekan Inflasi

AGAM, KATASUMBAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat, memperkuat pengendalian inflasi dan ketahanan pangan dengan memastikan ketersediaan pasokan serta menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat, (19/8).

Upaya tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Agam yang dibuka Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal. Pertemuan itu juga mengevaluasi pengendalian inflasi semester I 2026 sekaligus merumuskan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan pasokan dan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok.

Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal mengatakan, pentingnya langkah konkret dan antisipatif, terutama menghadapi perubahan cuaca, gangguan distribusi, dan peningkatan permintaan.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia, inflasi Kabupaten Agam berada pada angka 4,12 persen, dengan tren penurunan sekitar 0,07 persen per bulan.

Komoditas hortikultura, terutama cabai dan bawang merah, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga di daerah. Karena itu, TPID Agam mendorong penguatan kerja sama antardaerah untuk menjamin kelancaran pasokan, termasuk memanfaatkan produksi dari daerah sentra di Sumatera Barat serta mengoptimalkan subsidi biaya angkutan.

“Kerja sama antardaerah itu sangat penting. Pasokan bawang merah banyak dari Solok, begitu juga cabai. Kita perlu memanfaatkan potensi yang ada di Sumbar,” ujar Kepala Divisi Advisory Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat.

Selain penguatan pasokan, pemerintah daerah juga didorong meningkatkan sistem peringatan dini terhadap perubahan harga dan ketersediaan stok. Pengawasan distribusi minyak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) juga menjadi perhatian untuk mencegah gejolak harga di tingkat masyarakat.

TPID Agam juga akan memperkuat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara lebih antisipatif, terutama ketika terdapat indikasi kenaikan harga atau gangguan pasokan komoditas strategis.

Dari sisi ketahanan pangan, Bulog Bukittinggi menerapkan tiga pilar utama, yakni ketersediaan, aksesibilitas, dan stabilitas pangan. Bulog juga memiliki tujuh unit gudang yang mendukung pengelolaan dan penyaluran cadangan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Agam bersama TPID dan pemangku kepentingan terkait berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus mengantisipasi tekanan inflasi di daerah.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

Exit mobile version