Site icon Kata Sumbar

Bukan Hanya Padang dan Bukittinggi, Pessel-Dharmasraya Juga Laporkan Dugaan Pertalite Bercampur Semen

SPBU Gunung Pangilun (Katasumbar.com/Klikpositif.com)

KATASUMBAR — Kepala Ombudsman Sumatera Barat, Adel Wahidi, mengungkapkan keluhan masyarakat terkait dugaan adanya campuran pada BBM jenis Pertalite mulai meluas ke sejumlah daerah di Sumatera Barat.

Menurut Adel, persoalan tersebut tidak hanya dilaporkan masyarakat di Kota Padang dan Bukittinggi, tetapi juga telah ditemukan laporan dari Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dan Dharmasraya.

“Banyak keluhan masyarakat berkaitan dengan BBM yang diduga bercampur. Hari ini ada masyarakat yang langsung melapor dengan membawa sampel yang bentuknya seperti semen,” ujar Adel.

Ia mengatakan, Ombudsman Sumbar telah berkomunikasi dengan PT Pertamina Patra Niaga terkait banyaknya laporan tersebut. Pertamina juga telah membuka akses pengaduan untuk mendeteksi wilayah mana saja yang mengalami persoalan serupa.

“Sebarannya sudah sangat luas. Pertamina sudah membuka akses pengaduan untuk mendeteksi di mana saja terjadi. Sudah ada 108 aduan,” katanya.

Adel menyebut, dari laporan yang masuk, wilayah yang terdampak tidak terbatas pada Padang dan Bukittinggi. Sejumlah laporan juga berasal dari Pesisir Selatan dan Dharmasraya.

Terkait dugaan adanya campuran dalam BBM tersebut, Pertamina disebut telah melakukan pengujian. Namun, pengujian yang dilakukan sejauh ini masih berupa pemeriksaan awal dengan sampel yang diambil dari depo.

“Pertamina sudah melakukan uji. Uji sementara ini uji singkat, sampelnya diambil dari depo,” ujar Adel.

Ombudsman Sumbar masih memantau perkembangan pengaduan masyarakat dan hasil pemeriksaan yang dilakukan Pertamina untuk memastikan penyebab serta sebaran persoalan BBM tersebut.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

Exit mobile version