KATASUMBAR – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar menyarankan agar pemerintah daerah membuat penangkaran buaya.
Penangkaran ini dibuat dengan mengusung konsep ekowisata. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi Wilayah I Pasaman BKSDA Provinsi Sumbar, Antonius Vevri.
Ia mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk pelestarian dan pencegahan konflik dengan warga.
“Sejak 2023, BKSDA melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Agam agar membuat penangkaran buaya dengan mengusung konsep ekowisata,” katanya.
Sayangnya, ia menyebut, hingga kini pihaknya belum mendapatkan jawaban kepastian dari Pemkab Agam terkait rencana pembuatan penangkaran buaya muara.
Namun, saran BKSDA mendapat sambutan positif dari Bupati Pasaman Barat untuk menjalankan program itu.
BKSDA menilai penangkaran buaya muara penting dibuat, terutama di daerah pesisir, seperti Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Agam.
Kemudian juga Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, dan Kabupaten Pesisir Selatan yang selama ini menjadi habitat satwa tersebut.
Selain solusi pencegahan konflik dengan manusia, penangkaran ini juga dapat menjadi sumber wisata edukasi bagi masyarakat.
Di sisi lain, adanya penangkaran sekaligus bisa menjadi peluang ekonomi, khususnya dari kulit atau sisik buaya.
“Jadi, ketika ada konflik buaya dengan masyarakat bisa kita pindahkan ke penangkaran.”
“Penangkaran ini juga bisa kita kemas menjadi tempat wisata,” ujar Antonius.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
