KATASUMBAR – Kasus kekerasan seksual yang mendera banyak anak di Kota Padang belakangan dinilai sebagai sebuah masalah.
Hal itu diungkapkan oleh Psikolog Universitas Andalas, Nila Anggreiny. Ia mengatakan, kekerasan terjadi karena fungsi keluarga tidak berjalan dengan baik.
Nila menjelaskan, saat fungsi keluarga tidak berjalan, maka muncul lah penyakit psikologi di tubuh keluarga tersebut.
“Bahkan buruknya komunikasi tersebut bisa merangsang munculnya predator seksual terhadap anak,” katanya saat dihubungi.
Masalah pada fungsi keluarga ini, menurut dia, bisa dilihat dari pola komunikasi yang terjalin antar anggota keluarga.
“Jadi kuncinya adalah komunikasi,” ujarnya singkat.
Ia juga memaparkan, buruknya komunikasi tersebut juga bisa berdampak pada seperti malas mengurus keluarga, kurang berinteraksi, menasehati.
“Yang paling fatal hilangnya kasih sayang dan perasaan untuk saling melindungi di dalam keluarga itu sendiri,” tuturnya.
Soal anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual, ia menilai hal demikian membuat mental si anak terjepit.
Ia mencontohkan pada kasus pemerkosaan yang dialami dua anak di Padang Selatan, dimana mereka menjadi korban atas nafsu bejat sang kakek, paman, kakak, sepupu dan tetangganya sendiri.
Teburuk dari itu adalah, trauma yang dialami oleh si anak. Sebab saat mereka mendapatkan perlakuan tersebut dari keluarga, mereka merasa tidak ada yang melindungi.
“Trauma yang dialami si anak lebih buruk, daripada trauma jika hal dialami oleh orang lain,” papar Nila.
Terkait dengan itu perlu pendampingan secara masif untuk mengembalikan mental dan karakter si anak.
“Biasanya anak yang menjadi korban pelecehan seksual oleh keluarganya sendiri. Sudah mengalami perubahan sikap dan karakter,” sebutnya.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
