KATASUMBAR – Mahasiswa Universitas Fort de Kock mengancam akan turun ke jalan untuk mendemo Pemko Bukittinggi.
Presiden BEM Universitas Fort de Kock, Akbar Miftahul Rizki mengatakan hal ini akan dilakukan jika Pemko Bukittinggi tak kunjung memberikan sertifikat tanah yang disebut adalah milik kampusnya.
“Putusan MA sudah menetapkan jika tanah tersebut milik kampus, kita minta Pemko Bukittinggi segera menyerahkannya, tidak ada alasan untuk menahan sertifikat tersebut,” jelas Akbar, Rabu 26 Juli 2023.
Jika sertifikat ini tak kunjung diserahkan, kata Akbar, ribuan mahasiswa akan turun ke jalan untuk menggelar demo dengan jumlah lebih besar.
“Ribuan mahasiswa akan turun ke jalan, itu akan kita lakukan secepat-cepatnya,” ungkap Akbar.
BEM mengatakan permasalahan ini sangat mengganggu kenyamanan mahasiswa dalam proses belajar dan mengajar.
“Ini persoalan bagi kami, kampus tak bisa membangun ruangan baru sehingga terjadi keterbatasan ruang belajar,” jelasnya.
Dia menuding Pemko Bukittinggi tidak memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan karena menahan sertifikat tanah yang diklaim adalah milik mereka.
Akbar juga mengatakan menolak berdialog dan jika Pemko menginginkannya, sebaiknya berdialog di Mahkamah Agung saja.
Sebelumnya pada awal Juli 2023, ratusan mahasiswa dari kampus yang terletak di Manggih Gantiang itu menggelar demo ke Pemko Bukittinggi.
Demo berlangsung deadlock sebab Wali Kota Erman Safar tidak berada di lokasi.
Universitas Fort de Kock bersengketa tanah dengan Pemko Bukittinggi sejak dahulu. Setelah menjalani rangkaian proses persidangan, Fort de Kock dinyatakan menang.
Meski demikian, Pemko Bukittinggi tetap keras mengatakan jika objek sengketa adalah milik mereka.
(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
