KATASUMBAR – Kabupaten Agam kian terkenal karena jalan rusaknya. Salah satunya adalah Kelok 44, yang merupakan bagian dari rute Bukittinggi-Maninjau/ Lubuk Basung.
KATASUMBAR mengunjungi jalan dengan penuh tikungan tajam sepanjang 7,8 kilometer itu, Sabtu 28 Februari 2026.
Mulai dari pintu masuk di Ambun Pagi, Kecamatan Matur, kita sudah disambut dengan pemandangan jalan terban. Pengendara akan dipandu warga lokal yang mengatur lalu lintas.
Setidaknya ada beberapa titik jalan terban di sepanjang Kelok 44. Semua titik yang rawan tersebut dijaga oleh warga lokal, bukan Dishub.
Di sepanjang Kelok 44, banyak sekali titik jalan yang tak rata dan berlubang. Perjalanan sama sekali tak nyaman, apalagi dengan roda dua, benar-benar menguras emosi.
Selain itu, banyak sekali semak-semak yang telah merangsek tumbuh ke badan jalan dan tak dibersihkan. Tentu hal ini bisa membahayakan karena menghalangi pandangan pengendara ke arah depan.
Satu hal lain yang menyedihkan, di banyak tikungan curam, alat keselamatan lalu lintas seperti cermin cembung yang sangat berguna bagi pengendara, malah banyak yang rusak dan copot.
Tak hanya satu cermin yang rusak, tapi sudah terlalu banyak. Tanpa cermin cembung, pengendara akan kesulitan melibas tikungan, takut bertabrakan dengan kendaraan lawan arah.
Akses di Kelok 44 sudah lama tidak diperbaiki, dan kondisi ini sudah pula lama dikeluhkan pengendara.
Kelok 44 sebenarnya merupakan jalur yang sangat indah, karena memiliki pemandangan menakjubkan ke arah Danau Maninjau.
(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
