KATASUMBAR – Ahli Geologi dan Vulkanologi Sumbar Ade Edward menyoroti lemahnya mitigasi yang dilakukan pemerintah dalam mencegah terjadinya banjir bandang yang menelan banyak korban jiwa.
Menurut Ade, jauh sebelum terjadinya banjir bandang, Badan Geologi sudah mengeluarkan peta kawasan rawan erupsi dan lahar dingin dengan resiko terburuk.
“Padahal sudah disampaikan, setelah peta ini selesai segeralah ditindaklanjuti. Diperiksa hulu-hulu sungai yang 23 jalur itu. Dibersihkan, supaya tidak terjadi sumbatan,” ungkapnya pada Katasumbar, Selasa 14 Mei 2024.
Ia menjelaskan, yang menjadi penyebab terparah dampak banjir lahar pada Sabtu 11 Mei 2024 itu adalah akibat lepasnya sumbatan dari hulu sungai Marapi.
Ia mengatakan, akibat lepasnya sumbatan itu, banjir lahar menyeret sejumlah batu besar dan aliran air seperti air bah tidak terkendali.
“Betul. Itu persoalan karena sungai yang tersumbat. Batu besar itu hanyut karena tersumbat,” terangnya.
Lanjutnya, saat ini untuk bencana lahar dingin Marapi, pemerintah harus bisa mencari solusinya tepat dalam mencegahnya.
Karena menurutnya, bencana lahar dingin sangat berpotensi terulang lagi. Sehingga dengan itu, pemerintah harus bisa membuat solusinya.
“Salah satu jalan keluarnya bersihkan hulu sungai itu,” ujarnya.
Berdasarkan data Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, daerah terdampak lahar dingin tidak hanya Agam dan Tanah Datar.
Di Padang Panjang juga mengakibat korban jiwa, dan begitu juga di Padang Pariaman yang berbatasan langsung dengan Tanah Datar.
Berdasarkan data BNPB, Senin 13 Mei 2024 pukul 13.00 WIB, total korban meninggal yang ditemukan sudah mencapai 43 orang.
Diantara data itu, korban meninggal di Agam sebanyak 19 orang, Tanah Datar 14, Padang Panjang 2 orang, dan Padang Pariaman 8 orang.
Selain data korban meninggal, BNPB juga melaporkan sejumlah korban yang masih dalam pencarian. Berdasarkan data pukul 13.00 WIB (14/5), total korban yang masih dalam pencarian sebanyak 15 orang.
[Kiki Julnasri]
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
