KATASUMBAR – Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumbar merilis terdapat 21 laporan kasus gangguan ginjal akut pada anak.

Laporan tersebut diterima dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) DR M Djamil Padang.

“Dalam pengawasan atau observasi penatalaksanaan, kasus anak-anak yang mengalami demam, gagal ginjal akut artinya dalam waktu cepat dilaporkan seperti itu,” katanya, Rabu (19/10).

Ia menyebutkan, kasus ini masih dalam pembicaraan, pihaknya dengan Kementerian Kesehatan bersama IDAI Sumbar.

“Saat ini penanganannya dilakukan di bagian anak di RSUP Dr M Djamil Padang, yang ditangani para dokter anak,” ujarnya.

Mengenai gejala klinis dan hasil laboratorium yang lengkap belum dapat dilaporkan.

“Karena menunggu hasil lebih lanjut laboratorium lainnya yang menunggu konfirmasi ke pusat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Dinkes Sumbar baru mendapatkan laporan lengkap dari RSUP M Djamil Padang juga dari IDAI Sumbar.

“Tentang gejala, progresif, penatalaksanaan juga saat ini sedang dibuatkan pedomannya apa yang lebih tepat untuk kasus dengan gagal ginjal akut atau gangguan ginjal progresif atipikal,” ujarnya.

Kenali Gejalanya

Menurut catatan Ikatan Dokter Anak Indonesia, sedikitnya 180 anak usia 6 bulan sampai 18 tahun di 20 provinsi terkena penyakit ini sepanjang 2022.

Gagal ginjal pada anak ini mulai terdeteksi sejak awal 2022.

Namun, lonjakan kasus yang banyak menyerang anak balita ini mulai terjadi sejak Agustus 2022 dan memuncak pada September 2022.

Untuk meningkatkan kewaspadaan kenali beberapa gejala gagal ginjal akut pada anak yang perlu diketahui para orangtua.

BACA BERITA SOAL GINJAL ANAK LAINNYA DISINI

Menurut Kementerian Kesehatan, ada beberapa gejala gagal ginjal akut pada anak yang perlu diwaspadai, antara lain:

– Demam
– Gangguan pencernaan seperti muntah dan diare
– Gangguan pernapasan seperti batuk dan pilek
– Tidak bisa kencing atau volume urine yang keluar sangat sedikit

Jika orangtua mendapati beberapa gejala gagal ginjal akut pada anak di atas, ada baiknya segera periksakan anak ke dokter.

Waspada Pada Gejala Ini

Plt. Direktur Pelayanan Kesenatan Rujukan dr. Yanti Herman, MH. Kes. menjelaskan, orangtua perlu waspada jika anak mengalami demam.

Tak cuma itu, dilansir dari Kompas, volume urine anak juga berkurang atau tidak bisa kencing.

“Penurunan fungsi ginjal (gagal ginjal) bisa ditandai dengan penurunan volume urine sampai tidak bisa kencing,” jelas Yanti.

Ada beberapa tanda bahaya gejala gagal ginjal akut pada anak yang perlu diperhatikan orangtua, yakni:

– Warna urine jadi kecoklatan atau jadi lebih pekat
– Kencing sedikit (jumlah urine kurang dari 0,5 ml/kg berat badan/jam dalam 6-12 jam)
– Tidak kencing selama 6-8 jam di siang hari
– Diare parah
– Kejang
– Sesak napas
– Kesadaran menurun

Jika anak sudah merasakan tanda bahaya gejala gagal ginjal akut pada anak di atas, segera bawa anak ke rumah sakit.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.